Udara Jakarta Hari Ini Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (9/7/2026) pagi berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.30 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta tercatat mencapai 137.
Dengan angka tersebut, Jakarta menempati peringkat keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Masyarakat, terutama kelompok sensitif, dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada saat yang sama adalah Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan AQI 171. Posisi kedua ditempati Lahore, Pakistan, dengan AQI 152, disusul Dubai, Uni Emirat Arab, dengan AQI 151.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara.
Strategi pertama adalah memperluas jangkauan layanan Transjabodetabek guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Sejumlah rute yang telah dibuka antara lain Blok M–Alam Sutera, Blok M–PIK 2, dan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Strategi kedua ialah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030. Langkah ini ditempuh mengingat sektor transportasi menyumbang sekitar 50 persen emisi gas buang di .

















