Savic Ali Minta MBG Dihentikan: Bikin Orang Tua Khawatir dan Mubazir
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) H Syafi Alieha atau Savic Ali meminta pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Savic, pelaksanaan program tersebut justru menimbulkan kekhawatiran bagi orangtua menyusul banyaknya kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Savic dalam aksi "Doa Tolak Bala, Gugat Racun Negara" yang digelar MBG Watch bersama sejumlah tokoh lintas agama di depan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (11/9/2026).
"Dengan jelas kita tahu bahwa program Makan Bergizi Gratis bisa dibilang sudah menjadi makanan beracun gratis," kata Savic dalam orasinya yang tayang di media sosial rekamdoc seperti dilihat, Rabu (16/9/2026).
Savic menilai, jumlah korban yang muncul seharusnya mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut.
"Karena korbannya sudah sangat banyak dan sudah nyata. Tetapi ironisnya, sampai hari ini kita tidak menyaksikan ada kesadaran yang sungguh-sungguh dari negara, dari seluruh aparat dan institusi yang terlibat, untuk mengevaluasi total program yang memakan anggaran ratusan triliun ini," tuturnya.
Anggaran besar untuk MBG, lanjut Savic, juga perlu dipertimbangkan karena pemerintah memiliki berbagai kebutuhan lain, seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pengentasan kemiskinan, hingga penyediaan tempat tinggal.
Savic lalu menyoroti dampak kasus keracunan terhadap keluarga penerima manfaat. Dia mengatakan, orangtua tentu merasa sedih dan khawatir ketika anak mereka mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
"Kita tidak bisa membayangkan satu orang tua kalau satu anaknya keracunan, betapa sedihnya, betapa khawatirnya," ucap Savic.
Savic menyebut, pemeritnah tuli dan sombong karena tetap mempertahankan program tersebut meski kasus keracunan terus bermunculan.
"Kekuasaan sekarang terlalu sombong untuk mempertahankan dan mengakui bahwa program prioritasnya mengandung cacat besar," kata Savic.
















