JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala, terutama bagi yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan.
BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan mewaspadai hujan disertai angin kencang yang masih berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Di kota besar seperti Jakarta sendiri, tepat pada Selasa (17/12/2024) hari ini, masih berpotensi diguyur hujan sedang terutama saat siang hari. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 25-27 derajat Celsius, dengan kelembapan udara yang cukup tinggi, antara 86-89 persen.
Berikut prakiraan Cuaca Jakarta Hari Selasa, 17 Desember 2024:
Jakarta Barat:
Cuaca berawan, suhu 25-26 derajat Celsius, kelembapan 88-90 persen.
Jakarta Timur: Hujan ringan, suhu 25-26 derajat Celsius, kelembapan 87-90 persen.
Jakarta Utara: Hujan ringan, suhu 26-27 derajat Celsius, kelembapan 84-88 persen.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa pihaknya bersama BMKG, TNI dan Polri telah melakukan modifikasi cuaca.
Ia mengatakan, indikator keberhasilan operasi modifikasi cuaca ini dapat dilihat dari pengurangan curah hujan yang signifikan di dua provinsi, mulai 11 hingga 14 Desember 2024. Operasi modifikasi cuaca di wilayah laut utara Jawa Tengah melibatkan penyemaian garam (NaCl) ke awan potensial menggunakan pesawat.
"Terbaru, operasi dilakukan dengan waktu total selama 10 jam 39 menit pada hari Sabtu (14/12/2024). Sebanyak 1.000 kilogram NaCl disemai dalam setiap penerbangan pesawat, dengan target awan di ketinggian 10.000-12.000 kaki di atas permukaan laut," kata Abdul Muhari, Minggu (15/12/2024).
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca ini berhasil mengurangi intensitas hujan di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Jepara, Pati, Kudus, Demak, dan Kota Semarang. Curah hujan di wilayah tersebut menurun menjadi hanya 5-20 mm per hari, atau sekitar 70 persen lebih rendah dari sebelumnya.
Dengan upaya ini, BMKG, BNPB, dan pihak terkait berharap dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir, dan masyarakat dapat menjalani liburan Nataru dengan aman.