Ilustrasi - BMKG menyebutkan bahwa 31 wilayah Jawa Tengah berpotensi mengalami peningkatan potensi cuaca ekstrem hingga tanggal 18 Desember 2024. (Foto: Pixabay)
SEMARANG, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) berpotensi mengalami peningkatan potensi cuaca ekstrem hingga tanggal 18 Desember 2024.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo melalui siaran pers tertulisnya. Saat ini, kata dia, wilayah Indonesia terpantau adanya gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan potensi di beberapa wilayah di Jateng.
“Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan aktifnya gangguan atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO),” Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo melalui siaran pers tertulisnya.
Menurutnya, adanya bibit siklon tropis di Selatan pulau Jawa dan Nusa Tenggara menyebabkan pembentukan wilayah pertemuan massa udara dan belokan angin di Jawa Tengah.
“Pola belokan angin dan konvergensi terlihat dominan untuk wilayah Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah. Kelembapan udara diberbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas,” jelasnya.
Selain itu, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah. “Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulunimbus) yang berpotensi menyebabkan curah hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jawa Tengah,” katanya.
Berdasarkan pantauan hasil analisis dinamika atmosfer diatas, beberapa wilayah Jawa Tengah perlu di waspadai memiliki potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada periode 12-18 Desember 2024.
Berikut ini wilayah Jawa Tengah yang berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang 12-18 Desember 2024!
1. Banjarnegara,
2. Banyumas,
3. Batang,
4. Blora,
5. Boyolali,
6. Brebes,
7. Cilacap,
8. Demak,
9. Grobogan,
10. Jepara,
11. Karanganyar,
12. Kendal,
13. Kebumen,
14. Klaten,
15. Kudus,
16. Kota/Kab. Magelang,
17. Pati,
18. Kota/Kab. Pekalongan,
19. Pemalang,
20. Purbalingga,
21. Purworejo,
22. Rembang,
23. Salatiga,
24. Kota/Kab. Semarang,
25. Sukoharjo,
26. Surakarta,
27. Sragen,
28. Kota/Kab. Tegal,
29. Temanggung,
30. Wonogiri,
31. Wonosobo.
“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan bencana dihimbau untuk terus waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang,” imbau BMKG.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakay selalu memperhatikan update informasi cuaca ekstrem dari Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.
“Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, dapat langsung mengakses website cuaca.bmkg.go.id, Instagram @cuaca_jateng, Twitter @cuacajateng, dan Facebook @Stasiun Meteorologi Ahmad Yani serta call center 196 BMKG/081329929789 BMKG Ahmad Yani SMRG,” pungkasnya.