Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) meluncurkan PMB PTKIN 2024 di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta, Jumat (19/1/2024) malam. Foto: ERAKINI/Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2024 resmi dibuka. PMB PTKIN 2024 diluncurkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta, Jumat (19/1/2024) malam.
Gus Yaqut atau akrab disapa Gus Men meminta PMB PTKIN 2024 menjadi momentum untuk menaikkan kelas perguruan-perguruan tinggi yang berada di bawah Kemenag.
"Mari kita jadikan penerimaan mahasiswa baru PTKIN sebagai momentum untuk memperbaiki pendidikan di bawah Kementerian Agama. Saya yakin bisa, karena bapak-ibu sekalian ini orang-orang yang sudah teruji. orang-orang pintar, kalau keluar dari 'kotak' sedikit saya kira gagasan akan bermunculan," ujar Gus Men.
Menurut Gus Yaqut, perlu langkah-langkah inovatif untuk mencapai tujuan sesuai tema PMB PTKIN 2024. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas PTKIN agar dapat mencapai standar keunggulan ilmiah yang sesuai dengan tuntutan zaman.
“Kalau bicara keunggulan UIN itu banyak sekali. Tetapi kita harus bisa mengelola keunggulan yang banyak tadi itu menjadi sebuah daya tarik," katanya.
Oleh karena itu, Gus Men mengingatkan keunggulan PTKIN tidak cukup di era sekarang ini. Gus Men menginginkan adanya peningkatan mutu, pemberian keistimewaan, dan pencapaian keunggulan dalam bidang keilmuan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, serta penerapan proses benchmarking yang terstruktur.
"Saya minta UIN jangan berpuas diri dengan punya Fakultas Kedokteran, karena saya melihat gejala itu sekarang. Rektor-rektor yang punya Fakultas Kedokteran sudah merasa prestise tinggi sekali dengan yang lain. Seolah-olah benchmarking itu Fakultas Kedokteran" tandasnya.
Gus Men menilai hal terpenting yang perlu dilakukan PTKIN saat ini bagaimana melakukan analisa posisi kampus. "Kalau mau menerima mahasiswa baru, harus tahu posisi kampusnya seperti apa. Sebab ranking PTKIN versi Webometricsmasih jauh tertinggal," katanya.
"Jadi kalau kita ingin serius mengembangkan perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, maka hal-hal begini harus tahu. Enggak usah gaya-gayaan yang ranking lebih tinggi tanpa mengetahui kelemahan dan kekurangan kita," pungkasnya.
Peluncuran PMB PTKIN 2024 turut dihadiri Sekjen Kemenag Prof Nizar Ali, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, Dirjen Bimas Katolik Suparman, Dirjen Bimas Hindu Prof IBG Yudha Triguna, para staf khusus dan staf ahli menteri, Rektor dan Ketua PTKIN, Kakanwil Kemenag, serta Ketua Forum Rektor PTKIN Prof H Mahmud.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof M Ali Ramdhani menyampaikan bahwa PTKIN pada dasarnya berperan sebagai lembaga pendidikan yang merancang sistem pendidikan guna menghasilkan individu yang memiliki keunggulan .
Untuk itulah, PMB PTKIN 2024 mengusung tagline Start To Be Smart. Ia menjelaskan, S adalah Sinergi. "Artinya setiap perguruan tinggi keagamaan harus bersinergi satu sama lain dan tidak boleh saling bersaing, tidak boleh saling bertanding. karena musuh kita sesungguhnya bukan sesama perguruan tinggi tapi kebodohan," katanya.
Lalu M huruf dimaknai sebagai Meaningful. Artinya, aktivitas yang dirancang bangun harus memberikan feedback tentang kekuatan dari pra calon mahasiwa. "Dan orientasinya adalah smart intelektual, emosional, sosial, dan spiritual," tukasnya.
Kata A dimaknai sebagai Achievement. "Apa yang kita rancang bangun itu pada dasarnya menciptakan alumni-alumni yang kelak memperoleh pengakuan dari seluruh masyarakat bahwa dia memiliki kompetensi yang memadai," jelasnya.
Kemudian R adalah aktivitas yang Rasional dan Realistis. "Ketika mencoba memetakan proses pembelajaran, hal terpenting bagaimana kita menakar kekuatan dari mahasiswa," katanya.
Sementara T adalah Teaser. "Kita berharap mahasiwa akan menjadi harta yang paling bernilai ketika mereka menjadi abdi bagi masyarakat dan bangsa," pungkasnya.
Kuota dan Tahapan Pendaftaran
Ketua Panitia PMB PTKIN 2024 Nyayu Khodijah menjelaskan, seleksi nasional PMB PTKIN 2024 terbagi dalam dua bagian, yakni Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk (UM).
Untuk SPAN, metode yang digunakan non-tes, tetapi menggunakan data nilai rapor dan prestasi lainnya. Sedangkan UM adalah pola seleksi mandiri yang dilakukan masing-masing PTKIN. "UM PTKIN menggunakan tes yang dilaksanakan secara online onside," katanya.
Untuk biaya pendaftaran, SPAN ditanggung sepenuhnya oleh Kemenag, sementara UM biaya pendaftaran dibebankan kepada peserta. Nyayu mengatakan, terdapat 59 PTKIN dalam PMB 2024, yang terdiri dari 58 PTKIN dan 1 PTN. Sementara program studi sebanyak 1.301.
"Program studi ada pengurangan dari tahun sebelumnya, karena ada beberapa studi umum sudah bergabung dengan seleksi yang dilakukan oleh PTN, maka saat ini tinggal berjumlah 1.301," jelasnya.
Untuk kuota SPAN tersedia sebanyak 65.574, dan UM 85.692. PMB 2024 terdiri dari
SPAN minimal 20%, UM PTKIN 40%, dan jalur mandiri 30%. "Untuk sisanya 10% bisa ditambahkan untuk SPAN dan UM," jelasnya.
Pendaftaran satuan pendidikan untuk jalur SPAN dimulai 22 Januari-5 Februari 2024,
pendaftaran siswa pada 12 Februari-15 Maret 2024, dan pengumuman pada 2 April 2024
Sedangkan pendaftaran siswa untuk UM dimulai 6 Mei-15 Juni 2024, uji coba SSE 21-22 Juni 2024, ujian SSE gelombang I pada 24-27 Juni, dan gelombang II pada 1-4 Juli 2024. Hasil seleksi UM akan diumumkan 17 Juli 2024. "Untuk daftar ulang mengikuti jadwal di PTKIN masing-masing," pungkasnya.
Informasi terkait PMB PTKIN Tahun 2024 bisa diakses di laman resmi www.ptkin.ac.id.