Search

H-5 Lebaran: 28 Persen Kendaraan Pemudik Telah Keluar Jakarta via Tol Trans Jawa dan Sumatera

JAKARTA, (ERAKINI) – Memasuki H-5 Lebaran atau hingga Senin (16/3/2026), jumlah kendaraan pemudik yang keluar Jakarta sudah mencapai sekitar 28 persen. Kondisi arus lalu lintas masih terkendali, meski terjadi peningkatan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan.

“Dari proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan menuju ke Trans Jawa, Jawa Barat, Cikupa, Banten hingga Sumatera, sekitar 28 persen di antaranya telah meninggalkan Jakarta. Oleh sebab itu, kami masih mengelola kurang lebih 72 persen lagi,” ungkap Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat meninjau Pos Terpadu di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek, Senin (16/3/2026) malam.

Peninjauan ini dalam rangka memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal. Pada hari yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga melakukan pengecekan langsung di Pos Terpadu Kalikangkung, Jawa Tengah, serta melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan.

“Operasi Ketupat tahun ini dikendalikan langsung oleh Kapolri untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan arus mudik dan arus balik berjalan dengan baik,” kata Kakorlantas.

Jenderal Agus menyebutkan, dari hasil pemantauan sementara arus kendaraan yang meninggalkan wilayah Jakarta menuju Trans Jawa hingga ke arah Banten dan penyeberangan menuju Sumatera, sudah menunjukkan adanya peningkatan.

Kakorlantas menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan yang memilih untuk beristirahat di Pos Terpadu di Rest Area KM 57. Ia memastikan secara langsung pergerakan kendaraan yang masuk hingga keluar dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pak Kapolda. Pak Kapolda ini selama operasi tidurnya di pos ini. Ini untuk diketahui bersama,” sebut Agus.

Memasuki hari keempat Operasi Ketupat 2026, lanjut Agus, secara umum kondisi lalu lintas masih terpantau terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan.

Kakorlantas menilai kebijakan pemerintah terkait Work From Anywhere (WFA) serta Surat Keputusan Bersama, turut membantu mendistribusikan pergerakan pemudik, sehingga tidak menumpuk pada satu waktu.

“Dengan adanya Work From Anywhere ini, terurai keberangkatannya. Adanya kebijakan pemerintah yang tegas tentang SKB ini sangat strategis untuk bisa mengelola flow daripada arus lalu lintas,” tukasnya.

Kakorlantas mengingatkan, mudik merupakan perjalanan rindu. Oleh karena itu, Korlantas bersama stakeholder akan memastikan Operasi Ketupat berjalan aman dan bahagia, baik saat berangkat hingga pulang.

“Operasi Ketupat ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya operasi yang mengamankan arus mudik dan arus balik, tetapi negara, Polri, stakeholder, hadir untuk memastikan bahwa rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan, Idulfitri dan Hari Raya Nyepi, termasuk hiruk-pikuk di dalamnya, itu harus aman. Aman di bidang Harkamtibmas dan aman di bidang Kamseltibcarlantas,” pungkasnya.