Co Founder YPKBI Dirgayuza Setiawan (tengah) saat bertemu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Brodjonegoro dan Wakilnya Stella Christie. Foto: Instagram @dirgayuza
Sekolah unggulan ini dibentuk bagi para siswa yang sangat pintar dan hebat untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai. Pemerintah menargetkan membangun 20 dan 20 SMA/MA lainnya untuk ditingkatkan statusnya menjadi hingga 2029. Dengan demikian, setiap provinsi nantinya bakal memiliki sekolah unggulan.
Dalam mewujudkan mimpi Prabowo menyiapkan sekolah unggulan di setiap provinsi, Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), juga akan turut ambil bagian.
Co Founder YPKBI Dirgayuza Setiawan mengatakan, selama lima tahun ke depan Akademi Kader Bangsa (AKB) berikhtiar membangun 15 SMA baru dan 50 SMA lama menjadi SMA berasrama dengan kurikulum IB Diploma.
"Agar semua potensi unggul Indonesia memiliki kesempatan untuk bersekolah di AKB, YPKBI menerapkan kebijakan needs blind admission dan mencarikan beasiswa bagi semua siswa unggul yang tidak mampu membayar biaya pendidikan di jaringan SMA kami," ujar Dirgayuza dikutip dari unggahannya di akun Instagram, Selasa (7/1/2025).
Dirgayuza mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sudah mencita-citakan pendirian sekolah unggulan sejak tahun 1998 saat masih berpangkat Mayor. Keinginan itu disampaikan Prabowo dalam proposal pendirian SMA Taruna Nusantara.
“Suatu bentuk karunia (untuk bangsa kita dari Allah SWT) yang harus kita syukuri ialah lahirnya tunas-tunas bangsa yang memiliki kemampuan serta bakat yang unggul,” tulis Dirgayuza mengutip pernyataan Prabowo di dalam proposal itu.
“Sungguh merupakan suatu kelalaian apabila potensi unggul tersebut kita sia-siakan dengan tidak memberinya kesempatan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan akan bakat dan kemampuannya yang unggul tersebut,” lanjut Dirgayuza.
Dirgayuza mengatakan, dalam teori participation inequality in society, memang ditemukan selalu ada 1% populasi yang masuk dalam kategori potensi unggul. Dengan jumlah kelahiran anak 4,4 juta per tahun, potensi unggul Indonesia berarti mencapai 44.000 anak per tahun.
Saat ini AKB sedang persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA Global Darussalam Academy dan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Kedua sekolah ini menjadi percontohan SMA Garuda. Tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas, AKB juga memberikan beasiswa penuh bagi siswa-siswa berprestasi.
AKB menghadirkan perpaduan Kurikulum Nasional Plus, dan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang didukung dengan fasilitas asrama modern untuk pembelajaran yang optimal.
Dirgayuza menjelaskan, saat ini IB Diploma adalah kurikulum terbaik untuk 1% potensi unggul Indonesia. IB Diploma adalah kurikulum SMA dengan tingkat kesulitan tertinggi, lebih sulit dari A Level, O Level dan Kurikulum Merdeka.
"Namun saat ini hanya ada 50 sekolah di Indonesia yang menawarkan IB Diploma, 10.000 kursi per tahun, hanya cukup untuk 0,2% populasi pelajar kita," katanya.
Oleh karena itu, selama 5 tahun ke depan Presiden Prabowo telah menugaskan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Brodjonegoro dan Wakilnya Stella Christie, untuk membangun 20 SMA Garuda berasrama dengan kurikulum IB Diploma.
"Karena 20 SMA Garuda tidak cukup untuk mencapai 1% populasi pelajar kita dan mengejar ketertinggalan kita dari Vietnam apalagi dari India dan Tiongkok, selama 5 tahun ke depan saya bersama YPKBI berikhtiar membangun 15 SMA baru dan meningkatkan 50 SMA lama jadi SMA berasrama dengan kurikulum IB Diploma dengan menggalang usaha swadaya masyarakat," bebernya.
"Pekerjaan yang kami kerjakan tidak mudah. Namun Nobel laureate Prof James Robinson seakan mengingatkan kami saat beliau bicara di Bali bulan Desember 2024 lalu, 'tanpa SMA unggul yang inklusif, lupakanlah mimpi Indonesia Emas 2045'. Inilah mengapa tugas ini harus tunai dengan sukses," pungkasnya.