Kemarau di Indonesia Belum Merata, BMKG: Disebabkan oleh Melemahnya Monsun Australia
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa musim kemarau di Indonesia belum sepenuhnya merata. Hal ini disebabkan karena melemahnya Monsun Australia.
Sebagaimana dilansir dari laman resminya, Rabu (4/6/2025), BMKG menyampaikan bahwa cuaca ekstrem kerap melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode akhir Mei, meskipun secara klimatologis telah memasuki musim kemarau.
Dalam sepekan ke belakang, BMKG mencatat terjadinya hujan di sebagian wilayah Indonesia. Hujan ekstrim terjadi di Raja Haji Fisabilillah, Kep. Riau dengan intensitas hujan sebesar 155.4 mm/hari pada 29 Mei, dan di Bantilan, Sulawesi Tengah mencapai 193.2 mm/hari pada 27 Mei.
“Intensitas hujan yang cukup tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah Indonesia dipicu oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer, yaitu MJO (Madden-Julian Oscillation) dan gelombang-gelombang atmosfer (Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Low Frequency),” kata BMKG dalam siaran pers Prospek Cuaca Mingguan Periode 3-9 Juni 2025.
Selain itu, lanjut BMKG, lemahnya angin Monsun Australia terutama di wilayah selatan Indonesia, memberikan pengaruh terhadap musim kemarau yang belum merata terjadi di wilayah Indonesia.


















