Kenapa Awal Kemarau 2025 Belum Sepenuhnya Kering? Ini Penjelasan BMKG!
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa awal musim kemarau 2025 belum sepenuhnya kering.
Sebagaimana dilansir dari laman resmi BMKG, Selasa (27/5/2025), saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia masih menunjukkan pola peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau masa pancaroba.
Pada periode 27 Mei hingga 2 Juni 2025, pola cuaca umumnya cenderung cerah berawan pada pagi hingga menjelang siang hari, lalu berubah menjadi hujan disertai petir pada sore hingga malam hari.
Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir sejumlah wilayah di Indonesia mengalami hujan sangat lebat (100-150 mm/hari) hingga hujan ekstrem (>150 mm/hari) yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di beberapa wilayah dipengaruhi oleh beberapa fenomena atmosfer yang signifikan. MJO (Madden-Julian Oscillation) terpantau berada pada fase 4 (Maritime Continent), yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, terutama di bagian barat Indonesia.

















