Polisi Sebut Pelaku Penembakan Relawan Prabowo di Sampang Sudah Terlatih
Abdul Rahman Ahdori
SURABAYA, (ERAKINI)-Polda Jawa Timur terus mendalami dan mengembangkan kasus penembakan relawan Prabowo-Gibran di Sampang, Jawa Timur.
Berdasarkan keterangan yang didapatkan polisi, pelaku sudah terbiasa menembak alias terlatih.
“Pelaku terlatih menembak, belajar menembak sejak 2 tahun lalu. sejak 2021 sampai Agustus 2023 memang sudah sering latihan,” kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto di Surabaya, Jumat (12/1/2024).
Kombes Totok menambahkan, AR, sebagai eksekutor yang telah menerima bayaran uang muka Rp50 juta dari MW, kades nonaktif Ketapang Daya, terus melatih kepiawaiannya dengan pistol sebelum beraksi menembak Muarah.
Totok menyebut, polisi telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Total ada 5 orang tersangka yang terlibat dalam kasus penembakan relawan ketua umum partai Gerindra tersebut.
“Dua tersangka baru dalam kasus penembakan tersebut adalah AR dan HH, yang merupakan warga Pasuruan,” ujarnya.














