Fantastis! PPATK Terima Laporan Transaksi Mencurigakan Caleg Rp51 Triliun
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut transaksi mencurigakan yang dilakukan calon legislatif (caleg) meningkat menjelang Pemilu 2024. Total transaksi 100 caleg sepanjang tahun 2022-2023 mencapai Rp51,47 triliun.
"Ini kita ambil 100 (DCT/caleg) terbesar, itu nilainya Rp51.475.886.106.483," ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana saat Refleksi Kerja PPATK Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Ivan menjelaskan, 100 DCT itu melakukan transaksi penyetoran dana lebih dari Rp500 juta. Dari 100 caleg saja, totalnya sudah mencapai Rp21,7 triliun. Adapun jumlah penarikan 100 DCT itu mencapai Rp34,01 triliun. Lalu, 100 DCT juga menerima pengiriman dana dari luar negeri senilai Rp7,74 triliun.
"Jadi kita menerima laporan IFTI (International Fund Transfer Instruction Report), orang ini menerima uang dari luar negeri sebesar itu. Ada juga yang mengirimkan (uang) ke luar," jelasnya.
Secara keseluruhan, PPATK mencatat transaksi di rekening caleg meningkat pesat menjelang Pemilu 2024. Secara total, peningkatan transaksi di rekening caleg pada tahun 2022-2023 mencapai Rp24,89 triliun.
Rinciannya, pada tahun 2023 total nilai transaksi caleg mencapai Rp21,01 triliun, naik dari Rp3,87 triliun sepanjang tahun 2022. Data itu didapat PPATK dari pemadanan 256.576 nama-nama yang masuk dalam DCT dengan laporan peningkatan transaksi caleg yang masuk.
"Yang dilaporkan ini angkanya Rp3.875.614.615.013 tahun 2022 dari sekian nama tadi. Lalu meningkat sangat signifikan di 2023 transaksi yang dilakukan DCT di 2023 menjadi Rp21.015.551.735.028," jelasnya.















