Search

Kemenag Tegaskan MQK Bukti Bahwa Santri Terampil Bahasa Asing dan Ilmu Agama Islam

JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kembali menggelar Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) VII, pada 10 – 18 Juli 2023 di Pesantren Sunan Drajat, Jalan Raden Qosim, Banjaranyar, Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Acara ini akan diikuti oleh ribuan santri pondok pesantren yang mewakili daerahnya masing-masing.

Ada beberapa cabang mata lomba yang akan diperebutkan oleh santri sebagai peserta MQKN. Salah satunya yaitu Bahtsul Kutub untuk mahasantri Ma’had Aly, yang akan dipraktikan dengan memilih isu tertentu yang ada dalam kitab kuning, lalu, santri tersebut menjelaskan dengan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono menegaskan, dengan adanya kegiatan MQKN membuktikan bahwa santri di pondok pesantren memiliki keterampilan bahasa asing, selain memahami rumpun ilmu agama Islam seperti tauhid, sejarah, fikih dan tasawuf.

“Dalam perlombaan itu, harokatnya harus dibaca benar, kemudian isinya dipahami dengan benar. Kemudian, dikontekstualisasikan dengan zaman sekarang. Kemudian mereka menjelaskan dengan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kegiatan hanya diikuti mahasantri,” katanya saat Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (4/7/2023).

Melalui kegiatan itu pula, ungkapan bahwa ‘bahasa Inggris adalah bahasa setan’ sangat tidak relevan lagi bagi santri-santri zaman sekarang. Sebaliknya, yang relevan saat ini yaitu ungkapan Sayyidina Ali, bahwa ‘bila seseorang menguasai bahasa orang lain maka dia sulit untuk ditipu’.

“Jadi mereka debat dengan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, tentang konstitusi dengan berdasarkan kitab yang mereka baca,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan MQKN mengangkat tema “Rekontekstualisasi Turats untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia” MQKN tahun ini terdiri dari 5 cabang lomba, yaitu: (1) Musabaqah Qira’atil Kutub untuk santri Marhala Ula hingga Marhalah Ulya, (2) Debat Bahasa Arab/Inggris untuk santri Marhalah Wustha dan Marhalah Ulya, (3) Bahtsul Kutub untuk mahasantri Ma’had Aly, () Debat Qanun untuk mahasantri Ma’had Aly dan (5) Lalaran Nadhom Amtsilah at-Tashrîfiyah adalah Santri Marhalah Wustha dan Lalaran Nazham Alfiyah Ibnu Mâlik untuk Santri Marhalah Ulya.