Mengenal Perbedaan BEM SI, BEM Nusantara, dan DEMA PTKIN
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Pengunduran diri Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) dan BEM Universitas Diponegoro (Undip) dari aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) pada Minggu (20/7/2025) kembali menarik perhatian publik terhadap dinamika gerakan mahasiswa di Indonesia.
Selama ini, sejumlah aliansi mahasiswa yang berasal dari struktur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terbagi dalam beberapa jaringan besar, antara lain BEM SI, BEM Nusantara, dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN).
Lantas, apa perbedaan ketiganya? Berikut penjelasannya:
BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) merupakan aliansi mahasiswa tingkat nasional yang dibentuk pada 24 Desember 2007 di Bogor. Aliansi ini terdiri dari ratusan BEM kampus, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Telkom, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Dalam struktur organisasinya, BEM SI memiliki Koordinator Wilayah (Korda) dan Koordinator Pusat yang dipilih dari perwakilan kampus anggota. Organisasi ini juga memiliki Presidium Pusat serta Koordinator Teritorial dari 11 wilayah yang membentang dari Sumatera hingga Papua.


















