Kemenag memberikan penghargaan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi. Anugerah GTK ini merupakan bentuk apresiasi bagi para pendidik yang telah memberikan kontribusi luar biasa. Foto: Erakini
Anugerah GTK ini merupakan bentuk apresiasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
"Ini dalam rangka memberikan pemuliaan terhadap guru. Karena guru sangat berjasa dalam mencerdaskan bangsa. Karena itu kita berikan apresisasi," ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, karakter, dan keteladanan para pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara yang diselenggarakan di TMII ini juga menghadirkan suasana haru ketika ribuan guru dari seluruh Indonesia memanjatkan doa bersama untuk masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Doa yang dipimpin secara serentak itu menjadi simbol kuat bahwa guru tidak hanya hadir sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penyangga moral dan spiritual bangsa di tengah ujian.
Menurut Menag, doa guru memiliki kekuatan yang melampaui ruang kelas. “Dalam setiap kesedihan yang menimpa saudara-saudara kita, doa para guru menjadi pelita yang menguatkan. Mereka mendoakan tanpa pamrih, karena kecintaan mereka kepada negeri melekat dalam hati,” katanya.
Sementara Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno, menegaskan bahwa kepekaan dan solidaritas guru adalah pilar karakter bangsa. “Empati para guru selalu menjadi energi yang menggerakkan masyarakat saling menopang,” tuturnya.
Puncak peringatan HGN 2025 berlangsung hangat, semarak, dan penuh refleksi. Di tengah suasana yang sarat penghormatan bagi para pendidik, Amien Suyitno, mengajak seluruh guru memandang Tari Saman yang ditampilkan di acara itu, sebagai filosofi yang merepresentasikan wajah ideal dunia pendidikan, yakni kompak, fokus, dan bersahaja.
Menurut Amien, tiga nilai tersebut adalah energi yang dibutuhkan guru di era perubahan pesat. Di tengah tantangan teknologi, derasnya arus informasi, dan tuntutan kompetensi yang terus meningkat, kebersamaan menjadi pijakan kokoh. “Kebersamaan dan konsentrasi adalah energi yang menjaga pendidikan tetap relevan,” tukasnya.
Guru Inspiratif
– Juara I: Herdiansah, MAN Insan Cendekia Aceh Timur, Aceh Timur, Aceh (Rp15.000.000)
– Juara II: Dodi Saputra, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, Padang Pariaman, Sumatera Barat (Rp12.500.000)
– Juara III: Ayu Mutmainnah Halim, MAN Insan Cendekia Gowa, Gowa, Sulawesi Selatan (Rp10.000.000)
Guru Inovatif
– Juara I: Anik Lestari, MTsN 1 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta (Rp15.000.000)
– Juara II: Yulia Wahyuni, MAN 2 Kota Parepare, Parepare, Sulawesi Selatan (Rp12.500.000)
– Juara III: Leni Reziyustikha, MIN 1 Belitung Timur, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung (Rp10.000.000)
Guru Berdedikasi
– Juara I: Hermansyah, MIN 2 Sikka, Sikka, Nusa Tenggara Timur (Rp15.000.000)
– Juara II: Rohili, MTsN 10 Jakarta, Jakarta Barat, DKI Jakarta (Rp12.500.000)
– Juara III: Gusmawitri, MIN 8 Agam, Agam, Sumatera Barat (Rp10.000.000)
Kepala Inspirastif
– Juara I: Riski Ayu Amaliah, MTs Mir’atul Mujahid Kampung Bajo Kolaka, Kolaka, Sulawesi Tenggara (Rp15.000.000)
– Juara I: Umi Salamah, MI Ma'arif Ketegan, Sidoarjo, Jawa Timur (Rp12.500.000)
– Juara III: Lilik Fatkhu Diniyah, MI Al Iman Kota Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah (Rp10.000.000)
Kepala Inovatif
– Juara I: Afrizal Manurung, MIS Madinatussalam, Deli Serdang, Sumatera Utara (Rp15.000.000)
– Juara II: Amiruddin, MTsN 11 Tasikmalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat (Rp12.500.000)
– Juara III: Muhammad Nashir Maulana, MA Tahassus Welahan, Jepara, Jawa Tengah (Rp10.000.000)
Kepala Berdesikasi
– Juara I: Hatman Pa’Mudin, MIN 2 Lembata, Lembata, Nusa Tenggara Timur (Rp15.000.000)
– Juara II: Zulfah Magdalena, MAN 1 Balangan, Balangan, Kalimantan Selatan (Rp12.500.000)
– Juara III: Febriancu Nasulili, MA Daarul Hikmah, Banggai, Sulawesi Tengah (Rp10.000.000)
Tendik Inspiratif
– Juara I: Ahya Mujahidin, MAN 2 Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur (Rp15.000.000)
– Juara II: Fikriah, Kankemenag Kota Banda Aceh, Banda Aceh, Aceh (Rp12.500.000)
– Juara III: Rini Nuraeni, MTsN 4 Gunungkidul, Gunungkidul, Yogyakarta (Rp10.000.000)
Tendik Inovatif
– Juara I: Widayanti, Kankemenag Kabupaten Purwakarta, Purwakarta, Jawa Barat (Rp12.500.000)
– Juara II: Ziya Syifa Ulya, MTsN 4 Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta (Rp15.000.000)
– Juara III: Ahmad Edi Darmawan, Kankemenag Kabupaten Jembrana, Jembrana, Bali (Rp10.000.000)
Tendik Berdesikasi
– Juara I: Nuriyah, Kankemenag Kabupaten Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur (Rp15.000.000)
– Juara II: Rusnan, Kankemenag Kota Mataram, Mataram, Nusa Tenggara Barat (Rp12.500.000)
– Juara III: Norhalimah, MAN 2 Balangan, Balangan, Kalimantan Selatan (Rp10.000.000)
Guru Lintas Iman
– Juara I: Zetty Azizatun Ni’mah, MAN 1 Kota Kediri, Kota Kediri, Jawa Timur (Rp15.000.000)
– Juara II: Surya Bunawan, MA Kulliyatul Muballighin Muhammadiyah, Padang Panjang, Sumatera Barat (Rp12.500.000)
– Juara III: Eka Wiyati, MI Islamiyah Sumberrejo Batanghari, Lampung Timur, Lampung (Rp10.000.000)
Kisah Inspiratif Guru Mengabdri untuk Negeri
– Guru yang Berjuang di Tengah Keterbatasan: Dyah Witasokah, MAN 1 Banyuasin (Rp15.000.000)
– Guru yang Berjuang di Pinggiran Negeri: Irna Kamayanti, Guru Ngaji dari Seko, Sulawesi Selatan (Rp15.000.000).