Gus Yahya Tegaskan Kepentingan Politik NU Keselamatan Bangsa dan Negara
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa kepentingan NU di dalam politik Indonesia yakni keselamatan bangsa dan negara.
“Kepentingan NU terhadap politik Indonesia adalah keselamatan bangsa dan negara, tidak lebih tidak kurang. Maka apapun yang dipikirkan NU, harus terutama didasarkan pada pertimbangan keselamatan bangsa dan negara,” kata Gus Yahya saat sambutan pada kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2023).
Gus Yahya menjelaskan, dalam konteks politik, langkah-langkah yang dibangun oleh NU harus mempertimbangkan pada keselamatan bangsa dan negara. Sebab, kata Gus Yahya, NU telah menjadikan kesentosaan bangsa dan negara ini sebagai salah satu tanggung jawab utamanya.
“NU telah menjadikan tanggung jawab, kesentosaan bangsa dan negara ini, sebagai salah satu tanggung jawab utamanya,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam Munas-Konbes NU di Jakarta 18-19 September 2023 telah menghasilkan sejumlah rekomendasi, diantaranya yakni NU tidak ikut tertarik dengan politik dukung mendukung di Pemilu 2024. NU juga telah menegaskan hasil Muktamar di Krapyak tahun 1989 tentang sembilan pedoman dan panduan berpolitik bagi warga NU.
Berikut ini 9 pedoman politik bagi warga NU:
Pertama, berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.
Kedua, politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integrasi bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat.

















