JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan menggelar Musabaqah Qiraatil Kutub tingkat Nasional (MQKN) di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, 10-18 Juli 2023 mendatang.
Dalam Konferensi Pers di Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2023), Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono mengungkapkan bahwa perhelatan santri dan mahasantri yang diselenggarakan tiap tiga tahunan tersebut mengangkat tema Rekontekstualisasi Turats untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia. Dengan harapan bahwa, turots yang dikembangkan para ulama Indonesia dapat dikontekstualisasikan sesuai dengan zamannya.
Selain itu, tema ini juga ada keterkaitan dengan agenda politik nasional yakni Pemilu 2024. Kemenag, lanjut dia, bermaksud mengingatkan seluruh masyarakat agar bisa menjaga kerukunan.
“Kerukunan jadi pembekalan dan pemodelan, jangan sampai perbedaan jadi faktor pemecah masyarakat yang secara demokratis perbedaan tersebut tersedia puluhan, yang diatur konstitusi,” tuturnya.
Terkait pemilihan lokasi diselenggarakannya acara MQKN 2023, Waryono mengatakan, setidaknya ada tiga alasan mengapa pihaknya memilih Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Pertama, lokasi pesantren tersebut berdampingan langsung dengan warisan pesantren yakni maqbarah Walisongo Sunan Drajat. Kedua, pesantren Sunan Drajat telah menerapkan kemandirian pesantren melalui berbagai usaha yang digeluti, dan ketiga, pengelolaan pesantren tersebut sudah terintegrasi sebagaimana program Kemenag.
“Bisnis yang dikembangkan dan profilnya pesantrennya mandiri. Kiai dan santrinya kayak-kayak. Ketiga, pesantren itu melaksanakan model pesantren yang terintegrasi. Pesantren ini menyelenggarakan pendidikan umum, tapi tidak meninggalkan ngaji kitab kuning. Jadi modelnya satu kesatuan dengan pesantren,” jelasnya.
Waryono menyebut bahwa santri di pondok pesantren sudah terbiasa menghadapi perbedaan, bahkan kaidah yang terkenal di pesantren yakni “fihi aqwalun” atau ada berbagai macam pendapat. Sehingga, bagi pesantren perbedaan pendapat atau perbedaan apapun diterima, asalkan memiliki dalil dan argumentasi yang jelas.
“Paling penting kita menghargai perbedaan dan menjadi faktor bagaimana kita tetap menyatu,” ungkapnya.
Untuk diketahui, perhelatan MQKN 2023 diselenggarakan untuk para santri dan mahasantri dari Marhalah Ula hingga Ma’had Aly. Adapun cabang yang dilombakan dalam acara MQKN 2023 ini ada 5 cabang, yaitu: (1) Musabaqah Qira’atil Kutub, (2) Debat Bahasa Arab/Inggris, (3) Bahtsul Kutub, (4) Debat Qanun, dan (5) Lalaran Nadhom.