Suasana penutupan kegiatan Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah untuk Daerah 3T di Aston Hotel, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (11/7/2024) malam. (Foto: Auva/Kemenag)
BATAM, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menutup kegiatan Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah untuk Daerah 3T Angkatan I yang sudah berlangsung sejak Senin (8/7/2024) hingga Kamis (11/7/2024) malam. Dalam kesempatan itu, Kemenag mengapresiasi ratusan peserta yang terdiri dari guru dan kepala serta para yang tidak pernah lelah mendampingi para peserta.
Tak hanya itu, bagi Kemenag, adanya pembelajaran yang benar di madrasah merupakan sesuatu yang sangat penting. Konsultan Manajemen Madrasah Reform, Bambang Iriyanto mengatakan, pentingnya pembelajaran yang benar bagi siswa madrasah, terkhusus yang ada di daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan) agar anak didik tersebut tidak menjadi beban negara, beban keluarga dan beban sosial.
“Maka dari itu, proyek ini (Madrasah Reform) salah satu fokusnya itu kepada gurunya. Gurunya kita perbaiki, ditambah lagi cara mengajarnya, pengetahuannya, keterampilannya,” kata Bambang Iriyanto saat menutup kegiatan di Aston Hotel, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (11/7/2024) malam.
Karenanya, pria yang biasa disapa Bambang ini kembali mengapresiasi para pelatih yang merupakan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain sabar membersamai peserta, para pelatih pada kegiatan itu, ucap Bambang terampil dalam upayanya meningkatkan kapasitas guru madrasah.
“Saya tidak ragu-ragu, Bapak/Ibu punya ilmu Andragogi. Jadi cara mengajar orang dewasa beda dengan mengajar murid. Saya tidak melihat para fasilitator itu memposisikan peserta sebagai muridnya,” tuturnya.
Bambang menjelaskan, banyak peserta pelatihan yang terbuka lebar dan terinspirasi untuk berubah setelah mengikuti pelatihan yang dipandu oleh fasilitator yang menguasai materi. Oleh sebab itu, ke depan, bila ada pelatihan serupa, pihaknya tidak ragu akan menugaskan kembali para fasilitator yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Tapi dengan catatan. Ada catatannya,” kata Bambang bergurau.
Seperti diketahui, Madrasah Reform Kemenag menggelar kegiatan Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah untuk Daerah 3T di Aston Hotel, Kota Batam, Kepulauan Riau, sejak Senin (8/7/2024) dan berakhir pada Kamis (11/7/2024) malam. Kegiatan tersebut diikuti oleh 154 guru dari 4 kabupaten yang ada di Kepri dan Sumatera Barat.
Konsultan 3TMadrasah Reform Kemenag RI, Hesbul Bahar, mengatakan, kegiatan pelatihan yang menyasar daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) merupakan bentuk afirmasi dari program Madrasah Reform Kemenag.
Melalui kegiatan tersebut, pria yang biasa disapa Hesbul ini menegaskan bahwa Kemenag berkomitmen mendorong dan memfasilitasi peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, terkhusus di daerah 3T.
Selain itu, ujar Hesbul, kegiatan pelatihan itu sebagai implementasi dari komponen 3 program Madrasah Reform yaitu memberikan penguatan dan pengembangan bagi kelompok kerja guru (KKG) dan memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan.
“Komponen 3 fokus peningkatan pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan yaitu kepala madrasah dan pengawas,” katanya ditemui usai pembukaan.