Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk pertama kalinya akan menyampaikan pidato dalam Bahasa Indonesia pada Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), Selasa (4/11/2025). Foto: Dok Kemendikdasmen
JAKARTA, (ERAKINI) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk pertama kalinya akan menyampaikan pidato dalam Bahasa Indonesia pada Sidang Umum Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (), Selasa (4/11/2025) ini.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas momen bersejarah tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini momen bersejarah bagi bangsa Indonesia dapat kita saksikan bersama. Bahasa negara kita akan berkumandang di forum resmi internasional, Sidang Umum UNESCO Tahun 2025,” ujar Hafidz Muksin.
MendikdasmenAbdul Mu'ti dijadwalkan menyampaikan pidato di Samarkand, Uzbekistan, pada pukul 12.00 WIB. Agenda tersebut juga akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi UNESCO.
Hafidz menjelaskan, dalam Sidang Umum ke-42 UNESCO di Paris pada 20 November 2023, para delegasi secara konsensus menyetujui Resolusi 42 C/28 yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO.
Pengakuan tersebut menandai semakin luasnya peran Bahasa Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam diplomasi budaya dan pendidikan global.
Keputusan itu juga dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat komunikasi lintas budaya, meningkatkan akses informasi bagi negara anggota, serta menegaskan komitmen UNESCO terhadap keberagaman bahasa dunia.
Sebelumnya, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia telah resmi digunakan dalam rapat-rapat UNESCO. “Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. Insyaallah pekan ini saya akan ke Uzbekistan,” ujar Mu'ti, Kamis lalu.
Ia menegaskan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi dan pemersatu bangsa, tetapi juga sebagai sarana diplomasi global.
“Alhamdulillah, capaian-capaian itu sekarang sudah mulai terlihat dan kita rasakan sebagai dampak dari gerakan yang selama ini dilakukan,” katanya.
Mu'ti juga menyinggung pengakuan UNESCO terhadap pantun sebagai warisan budaya takbenda Indonesia. Menurutnya, penguatan bahasa nasional turut berkontribusi terhadap promosi budaya dan produk Indonesia di pasar internasional.
“Bahasa juga punya dampak berkaitan dengan bisnis. Semakin populer penggunaan Bahasa Indonesia, pengaruhnya akan besar terhadap promosi produk-produk Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.
Ia berharap generasi muda semakin bangga, terampil, dan konsisten memajukan bahasa persatuan tersebut.“ Kami ingin generasi muda semakin bangga dan mahir, serta bersama-sama memajukan Indonesia dengan Bahasa Indonesia,” tukasnya.