Ketiga calon Rektor ITB periode 2025-2030 yang lolos ke tahap IV, yakni Prof Brian Yuliarto (kiri), Prof Irwan Meilano (tengah), dan Prof Tatacipta Dirgantara, Foto: Dok ITB
BANDUNG, (ERAKINI) - Calon Rektor ITB periode 2025–2030 kini tinggal menyisakan tiga nama. Ketiganya akan mengikuti tahap selanjutnya (tahap IV), yaitu pemilihan dan penetapan oleh Majelis Wali Amanat (MWA).
Ketiganya ditetapkan oleh Senat Akademik Institut Teknologi Bandung (SA ITB) setelah mengelar sidang tertutup pada Jumat (22/11/2024). Sidang tertutup tersebut dipimpin Ketua Senat Akademik ITB, Profesor Edy Tri Baskoro.
Sebelumnya, SA ITB melaksanakan Sidang Terbuka dalam rangka Ekspose Publik Pemilihan Rektor ITB Periode 2025-2030 pada Rabu (13/11/2024). Dalam kesempatan itu sebanyak 10 bakal calon Rektor ITB menyampaikan paparan visi misi dan mereka dinyatakan lolos tahap II.
Dari 10 nama, kemudian terpilih menjadi enam orang yang lolos ke tahap III. SA ITB selanjutnya kembali menggelar sidang untuk menentukan tiga nama.
Prof Edy mengatakan hasil pemilihan ini segera disampaikan kepada MWA ITB untuk diproses lebih lanjut ke tahap IV, yaitu tahap pemilihan dan penetapan Rektor ITB 2025-2030.
Adapun ketiga nama calon Rektor ITB periode 2025-2030 yang lolos ke tahap IV, yakni Profesor Brian Yuliarto, Profesor Irwan Meilano, dan Profesor Tatacipta Dirgantara. Berikut profil ketiga calon, dirangkum dari sejumlah sumber, Minggu (24/11/2024):
1. Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D
Prof Brian merupakan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB yang berasal dari Kelompok Keahlian (KK) Teknologi Nano dan Kuantum. Ia menamatkan studi S1 di Jurusan Teknik Fisika ITB pada tahun 1999 serta S2 dan S3 di Jurusan Quantum Engineering and System Science Department, University of Tokyo pada tahun 2005.
Prof Brian menjabat sebagai Dekan FTI (2020-2024), Visiting Professor Tsukuba University (2021-sekarang), Kepala Research Center on Nanoscience and Nanotechnology ITB (2019-2020), Kepala Program Studi Teknik Fisika ITB (2016-2020), Ketua KK AFM FTI ITB (2018-2020), serta Kepala Lembaga Kemahasiswaan ITB (2010-2016).
Prestasi Prof Brian antara lain peraih Habibie Prize 2024, World’s Top 2% Scientist pada tahun 2024, Top 1 Indonesia Researcher Nanoscience & Nanotechnology 2023, Peneliti Terbaik ITB 2021, dan Dosen Berprestasi Bidang Saintek ITB 2017.
Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penyusun KEK JIIPE dan KEK Patimban, Anggota Komite Perencana Bappeda Jawa Barat 2012–2016, serta memegang lebih dari 20 konsultasi dan layanan kepakaran.
2. Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc
Prof Irwan Meilano menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Geodesi di ITB pada tahun 1997. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister dan doktoral dalam bidang Earth Science di Nagoya University, Jepang. Saat ini, Prof Irwan menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB.
Selain itu, ia aktif dalam beberapa peran strategis lainnya. Prof Irwan merupakan anggota Joint Commission on Marine Science and Technology dalam kolaborasi MTCRC ITB-KIOST Korea, memimpin Kelompok Kerja Geodesi dalam Tim Pembaharuan Peta Gempa Indonesia di bawah Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), Kementerian PUPR.
Prof Irwan Meilano juga memimpin tim riset multidisiplin yang didanai oleh LPDP mengenai Model Risiko Keuangan Negara yang Berasal dari Pembiayaan Risiko Bencana, yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) di bawah Kementerian Keuangan.
Prof Irwan telah meraih berbagai penghargaan atas dedikasinya dalam bidang keilmuan yang ditekuninya. Pada tahun 2023, ia dianugerahi penghargaan Young Inspirational Geospatial dalam acara HxGN LIVE Indonesia. Pada tahun yang sama, Prof Irwan menerima penghargaan Pengabdian 25 Tahun dari Institut Teknologi Bandung atas komitmennya selama seperempat abad mengabdi di Institut Teknologi Bandung.
Pada tahun 2020, Prof Irwan menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Pada 2019, ia meraih Indroyono Susilo Award dalam The Fifth International Conferences of Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS).
3. Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T
Prof Tatacipta merupakan lulusan dari ITB baik program sarjana (1988-1993) maupun program magister (1993-1995). Ia kemudian melanjutkan pendidikan Doktor di Wessex Institute of Technology (1995-1997) yang kemudian ditransfer ke Queen Mary University of London (1997-2000). Prof Tatacipta kembali melanjutkan pendidikan profesi insinyur di ITB pada 2019.
Saat ini, Prof Tatacipta menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dan Ketua Kelompok Keahlian Mekanika Padatan dan Struktur Ringan. Prof Tatacipta juga pernah berkarier di berbagai bidang lainnya sejak 1994. Beberapa di antaranya pernah menjadi Wakil Direktur Hubungan Internasional, Direktorat Kemitraan dan Hubungan Internasional ITB (2015-2020), Sekretaris Komisi Nilai-nilai Luhur, Forum Guru Besar ITB (2017-2019), Ketua Komisi Keilmuan Masa Depan, Forum Guru Besar ITB (2020), dan sebagainya.
Tahun 2024, Prof Tatacipta menorehkan prestasi sebagai tokoh transportasi nasional oleh Kementerian Perhubungan RI, People of the Year Metro TV 2021, Penghargaan atas Scientific breaktrough against pandemi, Tim Ventilator Indonesia, ITB (2021), Distinguish Graduate, Lembaga Ketahanan Nasional, PPSA XXII (2019), dan puluhan prestasi lainnya sejak 1995.
Hingga kini, ia telah menulis 98 makalah terindeks Scopus, h-index 13 dan citation 821, 172 dokumen pada Google Scholar, h-index 19 dan citation 1337.