Duplikat Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi itu dibawa oleh Purna Paskibraka 2023 menuju pesawat, di Pangkalan TNI AU Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/8/2024). Foto: Sekretariat Presiden
JAKARTA, (ERAKINI) - Duplikat Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi saat ini tengah dalam perjalanan menuju Ibu Kota Negara (IKN). Duplikat Bendera Pusaka dan Teks Proklmasi diterbangkan menggunakan pesawat Boeing 737-800 milik TNI AU.
Pesawat lepas landas dari Pangkalan TNI AU Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Sabtu (10/8/2024) sekitar pukul 09.55 WIB.
Duplikat Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi itu dibawa oleh Purna Paskibraka 2023. Sekretariat Presiden dalam keterangan tertulisnya menyebutkan, dublikat Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi tersebut dibawa oleh empat pemudi Indonesia, masing-masing Kachina Ozora, Keyla Purnama, Lilly Wenda, dan Naila Sinapoy untuk selanjutnya diterbangkan ke IKN, Kalimantan Timur.
Mereka adalah Purna Paskibraka 2023. Yang bertugas sebagai pembawa Bendera Pusaka Merah Putih adalah Kachina Ozora dari Provinsi Kalimantan Tengah. Sementara yang bertugas sebagai pembawa Teks Proklamasi adalah Keyla Azzahra Purnama dari Provinsi Sumatera Selatan.
Mereka mengaku merasakan getaran emosional rasa bangga saat mengemban misi sejak prosesi kirab dari kawasan Monas menuju Lanud Halim Perdanakusuma. Kachina misalnya, merasakan getaran emosional yang tak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Sebab misi itu bukan sekadar prosesi simbolis.
"Rasanya saya sangat bangga dan bersyukur karena bisa menjadi salah satu bagian dari pemindahan maupun pengantar bendera Merah Putih dari Monas menuju Nusantara," kata Kachina.
Kachina mengatakan merreka telah berlatih selama tiga pekan penuh untuk tugas ini. Mulai dari naik turun tangga hingga membawa baki dengan penuh kehati-hatian.
Keyla Purnama, juga merasakan getaran yang sama. Baginya, momen ini adalah puncak dari perjalanan panjangnya sebagai seorang Purna Paskibraka.
"Saya sangat bangga dan bersyukur bisa terpilih. Tugas ini bukan hanya sebagai sebuah kehormatan, tetapi juga sebagai sebuah tanggung jawab untuk memastikan bahwa semangat juang para pahlawan terdahulu tetap hidup dan berdenyut dalam setiap langkah generasi muda Indonesia," katanya.
Keyla berlatih di Cibubur dan Monas sebagai persiapan fisik dan mental hingga merasa siap untuk mengemban tugas bersejarah ini.
Lilly Wenda, pemudi dari Papua Pegunungan, juga merasakan kebanggaan yang mendalam. Tahun lalu, ia sudah merasakan tanggung jawab sebagai pembawa baki di Istana Merdeka.
"Rasanya sangat senang dan bangga bisa jadi yang pertama membawa bendera ke Nusantara," ucapnya.
Bagi Lilly, momen ini adalah bukti nyata bahwa anak muda Papua bisa berdiri sejajar dengan pemuda dari seluruh Nusantara, membawa semangat dan harapan yang sama untuk Indonesia yang lebih maju.
Naila Sinapoy dari Banten menambahkan, sentuhan emosional pada momen bersejarah ini. "Ini adalah sejarah, dan saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah," ujarnya.
Naila tahu bahwa tugas ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi langkah awal menuju masa depan di ibu kota yang baru. Dalam setiap langkahnya, ia membawa doa dan harapan bahwa Indonesia akan terus maju, bahwa generasi muda akan membawa bangsa ini ke puncak kejayaan.