Profil Kolonel Amril Tehupelasury, Putra Negeri Tulehu Maluku yang Kini Jabat Komandan Grup 1 Kopassus
Thomas Pulungan






Serah terima jabatan Dangrup 1 dipimpin Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi, Senin (21/4/2025). Kolonel Amril kini resmi menjadi orang nomor satu di grup bentukan Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani.
Diketahui, LB Moerdani merupakan salah satu jenderal Kopassus legendaris yang cukup dihormati, termasuk di TNI. Ia dikenal karena terlibat dalam berbagai operasi militer penting, termasuk penumpasan pemberontakan dan operasi pembebasan Irian Barat.
Kembali ke Kolonel Amril, ia bukanlah orang baru di Grup 1 Kopassus. Dirangkum Erakini, Rabu (23/4/2025). Kolonel Amril Tehupelasury merupakan putra Maluku dari Negeri Tulehu. Amril lulus Akmil tahun 2002.
Ia banyak menghabiskan karier militer di satuan Kopasus sejak masih berpangkat Letnan. Awal kariernya dimulai ketika dipromosikan menjabat Komandan Sekolah Komando Pusdiklatpassus Kopassus. Pada Juli 2021, Amril dipercaya menjadi Komandan Kodim (Dandim) 1414 Tanah Toraja ketika berpangkat Letkol.
Kurang lebih setahun menjabat Dandim 1414 Tanaj Toraja, Amril mendapat promosi jabatan baru menjadi Wakil Asisten Personalia (Waaspers) Kopassus. Terakhir Amril menjabat Wakil Komandan (Wadan) Grup 1 Kopassus.
Selama berkarier di satuan elite Kopassus, Amril Tehupelasury sudah banyak terlibat dalam operasi penting. Ia pernah dipercaya sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Kontingen Garuda XXVI L2 United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) pada tahun 2020.
Amril juga memimpin Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2023. Amril bersama pasukannya menjalani tugas berisiko di belantara Papua demi menjaga keamanan masyarakat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pada Januari 2024, Amril menyelesaikan operasi keamaman di tanah Papua dengan sukses. Ia dianugerahi pisau komando perak dari Danjen Kopassus atas tugasnya itu.
Amril memang terlahir dari keluarga tentara. Ia diketahui merupakan cucu dari masinis KRI Dewaruci pertama yang berasal dari Negeri Tulehu, yakni Tehupelasury yang berdinas di TNI Angkatan Laut (AL). Namun, sang kakek hanya berpangkat bintara, tidak secemerlang Amril yang kini tinggal selangkah pecah bintang.
Mengenal Grup 1/Para Komando
Grup 1/Para Komando merupakan satuan setingkat Brigade. Grup 1/Para Komando memiliki peran strategis dalam operasi militer dan siap menghadapi berbagai tantangan di medan perang.
Satuan ini didirikan pada 23 Maret 1963, berawal dari pembentukan embrio RPKAD yang dipimpin oleh Kolonel Inf Moeng Parhadimulyo. Peresmian Grup 1/Kopassus ditandai dengan upacara di Lapangan IKADA (sekarang Monas), di mana Letjen TNI Ahmad Yani bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Grup ini bermarkas di Taktakan, Serang, Banten, dengan Komandan pertama adalah Mayor LB Moerdani dan wakilnya Kapten Inf Sutaryo. Dhuaja yang digunakan adalah "Eka Wastu Baladhika," yang diciptakan oleh Kopral Satu Suyanto.
Struktur organisasi Grup 1/Para Komando terdiri dari 3.274 personel yang terbagi dalam empat batalyon tempur, yaitu:
- Batalyon 11/Atulo Sena Baladhika
- Batalyon 12/Asabha Sena Baladhika
- Batalyon 13/Thikkaviro Sena Baladhika
- Batalyon 14/Bhadrika Sena Baladhika
Setiap batalyon terdiri dari tiga kompi, dan setiap kompi dibagi lagi menjadi tiga peleton. Masing-masing peleton beranggotakan 39 orang dan terdiri dari tiga unit kecil yang disebut regu, yang masing-masing terdiri dari 10 orang.

