Pemilu di Era Digital, Bawaslu Sebut Hoaks jadi Titik Rawan Tak Terhindarkan
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja menyebut berita bohong atau hoaks sebagai titik rawan dalam pemilihan umum (pemilu) yang tak terhindarkan di era digitalisasi saat ini.
Hal itu disampaikan oleh Bagja dalam webinar ‘Sosialisasi Perkembangan Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024’ dipantau secara daring melalui kanal YouTube Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/8/2023).
“Hoaks atau berita bohong merupakan variabel titik rawan dalam pemilu dan pemilihan yang sifatnya tidak terhindarkan di masa digitalisasi dewasa ini,” kata Bagja di Jakarta, Sabtu (12/8/2023).
Dampak utama dari hoaks, menurut Bagja, ialah munculnya polarisasi di tengah masyarakat, sebagaimana yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu. Apabila hoaks tidak dapat ditangani, maka dapat menurunkan pula kredibilitas dan integritas penyelenggaraan pemilu, yang akan berakibat pada kualitas pemilu yang menurun dan merusak rasionalitas pemilih. Termasuk menimbulkan konflik sosial, ujaran kebencian dan propaganda, serta membesarnya disintegrasi nasional.
Bagja memaparkan, pada Agustus 2018 hingga April 2022 ada 9.814 temuan isu hoaks seluruh kategori, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Kemudian pada rangkaian Pemilu 2019 ada 922 isu hoaks ditemukan, dengan 557 kasus di antaranya ditemukan pada Maret hingga Mei 2019 yang merupakan masa puncak pemilu. Sementara pada Pilkada 2020, ditemukan 65 isu hoaks.
“Kemudian diseminasi ke kementerian dan lembaga masyarakat 65, kemudian total sebaran ada 1.004, kemudian yang diajukan untuk di-take down 393,” paparnya.
Selain isu hoaks, Bagja menuturkan tantangan lainnya yang menjadi titik rawan pada Pemilu Serentak 2023 adalah politisasi SARA; politik uang dan penyalahgunaan anggaran; pelanggaran netralitas ASN, TNI/Polri, dan kepala desa; serta data dan pemutakhiran data pemilih; hingga kerumitan pemungutan atau penghitungan suara dan memperoleh hasil.
















