Syuriah PBNU Gelar Rapat Pleno untuk Bahas Keberlanjutan Organisasi
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Jajaran Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Pleno di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025). Pertemuan ini digelar untuk membahas keberlanjutan organisasi usai diterpa konflik internal.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengatakan momen Rapat Pleno sebagai tekad bersama untuk menguatkan supremasi syuriyah. Kiai Miftah menyebut ketika supremasi terjaga dengan baik, maka posisi syuriah jelas yaitu sebagai pemilik NU.
"Jadi penguatan dan menjaga supremasi syuriyah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan sbegitu saja walaupun masih ada keberatan-keberatan dari penikmat dari tanfidziyah," ujarnya.
Di antara hasil dari Rapat Pleno Syuriah PBNU ini yaitu menetapkan KH Zulfa Mustofa sebagai Pj ketua umum PBNU sisa periode 2021-2027. Rapat ini juga menyepakati digelarnya peringatan 1 abad NU versi masehi pada Januari 2026 mendatang dan Konferensi Besar (Konbes) PBNU sebelum dilaksanakannya Muktamar ke-35.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU, Amin Said Husni mengatakan bahwa mayoritas pengurus PBNU menolak digelarnya rapat pleno. Menurut dia, itu tercermin dari total 216 anggota pleno yang seharusnya hadir, hanya 58 orang yang datang atau sekitar 26 persen, jauh dari batas minimum kuorum.
















