BMKG Imbau Masyarakat Siaga Potensi Cuaca Ekstrem Pasca HUT Ke-80 RI
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan atau pasca Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Sebagaimana dilansir dari laman resminya, Selasa (19/8/2025), BMKG mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, serta angin kencang. Fenomena ini disebabkan oleh sejumlah faktor atmosferik yang sedang aktif dan saling berinteraksi, baik di tingkat global maupun regional.
Salah satu penyebab utamanya adalah keberadaan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang kini berada di fase ketiga dan diperkirakan terus bergerak menuju fase keempat, yang berpengaruh langsung terhadap peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di bagian barat Indonesia. Selain itu, BMKG juga mencatat adanya pengaruh dari gelombang atmosfer tropis seperti Gelombang Kelvin dan Mixed-Rossby Gravity, yang turut memperkuat potensi cuaca buruk.
Tak hanya itu, anomali sinyal radiasi gelombang panjang keluar (Outgoing Longwave Radiation/OLR) yang bernilai positif menunjukkan aktivitas konvektif yang menguat di beberapa wilayah. Di sisi lain, terdeteksi pula sistem sirkulasi siklonik di wilayah barat Sumatra yang mengganggu pola angin dan membentuk area konvergensi serta belokan angin, yang menjadi pemicu tambahan terbentuknya awan hujan secara masif.
Cuaca Buruk Bisa Terjadi di Tengah Musim Kemarau
Meski saat ini sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau, faktor-faktor atmosferik tersebut dapat memicu peningkatan intensitas secara lokal. Hal ini menjadi perhatian serius karena lebat yang turun di kering berpotensi menyebabkan banjir lokal, longsor, genangan air, serta gangguan terhadap transportasi darat, laut, dan udara.
















