Peserta dari Kompi A Diklat PPIH Arab Saudi Kemenhaj saat mengikuti latihan PBB di Lapangan Gedung Utama Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (11/1/2026). (Foto: Ahdori/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Ribuan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengikuti latihan Peraturan Baris-berbaris (PBB) pada hari keempat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Selasa (12/1/2026) di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. Kegiatan ini digelar sebagai upaya membangun kebugaran fisik sekaligus memperkuat kekompakan antarpeserta.
Latihan tersebut dipandu oleh tim fasilitator gabungan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Polri. Rencananya, latihan akan berlangsung selama satu pekan ke depan sebelum peserta memasuki tahap bimbingan teknis layanan jemaah haji.
Komandan Kompi A Diklat PPIH Arab SaudiKementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Mayor Laut (PM) Kangian, mengatakan bahwa latihan ini tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik, tetapi juga penanaman semangat kebersamaan.
“Tujuan kegiatan ini, pertama adalah pembinaan fisik. Kemudian dilanjutkan dengan yel-yel untuk memberikan motivasi kepada seluruh calon petugas yang akan ditugaskan ke Arab Saudi,” ujar Kangian, Selasa (12/1/2026).
Menurut dia, latihan PBB diharapkan dapat menumbuhkan rasa soliditas dan kebanggaan sebagai satu kesatuan tim, sehingga para petugas mampu bekerja secara terpadu saat bertugas di Tanah Suci.
“Dengan kebersamaan ini, diharapkan pelaksanaan tugas, baik di daerah maupun di Arab Saudi, dapat berjalan sebagaimana mestinya,” kata Kaniyan.
Ia menjelaskan, kondisi fisik yang prima menjadi faktor penting bagi petugas haji mengingat beban tugas di Arab Saudi jauh lebih berat dibandingkan di dalam negeri.
“Di Tanah Suci nanti, tugasnya bisa dua kali lipat. Karena itu, kebugaran jasmani harus benar-benar dijaga agar petugas tetap sehat dan mampu menjalankan tugas secara optimal,” ujarnya.
Melalui diklat ini, para peserta diharapkan dapat menyerap seluruh materi dan arahan dari pelatih, sehingga tidak mengalami kendala saat bertugas di lapangan.
Sebelumnya, pada hari ketiga, Senin (11/1/2026), para peserta mengikuti simulasi layanan kesehatan bagi jemaah sakit, layanan akomodasi, konsumsi, media center haji hingga layanan perlindungan jemaah.
Dalam simulasi pelayanan kesehatan, para tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat mempraktikkan prosedur penanganan jemaah yang mengalami gangguan kesehatan. Proses penanganan dimulai setelah petugas menerima laporan dari Petugas Haji Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) atau jemaah langsung.
Petugas kesehatan terlebih dahulu memeriksa kondisi jemaah secara langsung dan memberikan pertolongan pertama. Selanjutnya, dilakukan identifikasi keluhan dengan menanyakan kondisi yang dirasakan pasien sebelum menentukan rekomendasi tindakan lanjutan.
Sementara itu, pada simulasi pelayanan akomodasi, petugas memastikan fasilitas hotel yang digunakan jemaah memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan. Petugas akomodasi juga dilatih untuk sigap membantu jemaah yang mengalami kendala kesehatan, termasuk kesiapan memberikan bantuan fisik bila diperlukan.
Salah satu peserta Diklat PPIH, dokter Layanan Kesehatan Haji, Ade Syahputra Damanik, mengatakan bahwa simulasi tersebut menitikberatkan pada integrasi antara tenaga kesehatan dan petugas dari layanan lain.
“Dalam simulasi tadi digambarkan bagaimana proses ketika ditemukan jemaah haji yang membutuhkan bantuan, namun yang pertama menemukan bukan dokter,” ujar dokter Ade.
Menurut dia, kondisi tersebut menuntut adanya komunikasi yang baik antara petugas layanan lain dengan tenaga medis. Pasalnya, jemaah yang membutuhkan pertolongan bisa saja pertama kali ditemukan oleh petugas akomodasi, transportasi, maupun tugas dan fungsi (tusi) lainnya.