HKB 2025: BNPB Kembali Ingatkan Ancaman Potensi Gempa Magnitudo 8,0 di NTB
Thomas Pulungan
MATARAM, (ERAKINI) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kembali mengingatkan masyarakat akan potensi gempa bumi berkekuatan hingga magnitudo 8,0 di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Peringatan ini disampaikan Suharyanto saat Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025 yang dipusatkan di Mataram, NTB, Sabtu (26/4/2025).
Suharyanto menegaskan bahwa NTB berada di zona rawan karena diapit oleh dua lempeng bumi aktif. “Karena gempa bumi dan tsunami secara ilmiah belum bisa diprediksi, maka kebencanaan adalah urusan bersama, bukan hanya BNPB,” ujar Suharyanto dikutip dari Antara.
Berdasarkan sejarah, NTB pernah terdampak bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Samudra Hindia pada 19 Agustus 1977 dengan kekuatan 8,3 Skala Richter (SR). Bahkan, pada tahun 2018 gempa bumi kembali menimpa NTB, meski tanpa tsunami.
Berdasarkan pengalaman yang ada, menuntut semua piak untuk waspada, tetapi tidak perlu takut yang berlebihan. Suharyanto menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tersebut.
Melalui peringatan HKB tahun ini, BNPB mengajak masyarakat untuk melakukan simulasi evakuasi mandiri, menyusun rencana tanggap darurat keluarga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, dan memperkuat jaringan komunitas tangguh bencana.
Dalam kesempatan itu, Suharyanto juga menyinggung pentingnya pendekatan sistem dalam manajemen penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, siaga darurat, tanggap darurat, transisi, hingga tahap rekonstruksi dan rehabilitasi.


















