Jasad satu keluarga yang tewas akibat lompat dari lantai 22 apartemen di Jakut (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kasus tewasnya satu keluarga yang lompat dari lantai 22 apartemen di Jakarta Utara masih terus didalmi. Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan, motif dari meninggalnya satu keluarga itu kasih misteri.
Namun, ia mengatakan, tetangga korban di apartemen mengaku pernah melihat tempat korban didatangi penagih utang.
"Menurut keterangan penghuni apartemen yang bertetangga dengan korban, beberapa hari sebelum kejadian, korban pernah terlihat didatangi penagih utang," katanya kepada wartawan, Rabu (14/3/2024).
Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan menjelaskan, hingga saat ini, dugaan tersebut masih didalami.
"Masih didalami, saya belum sampai pada kesimpulan itu," ujarnya.
Agus menambahkan, pihaknya telah meminta keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, hingga memeriksa ponsel milik para korban.
Agus menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman kamera CCTV, keempat korban yang merupakan satu keluarga itu melompat secara bersama-sama dari lantai 22 apartemen.
Diberitakan sebelumnya satu keluarga ditemukan tewas di pelataran parkir apartemen lahan parkir Teluk Intan, Tower Topas, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), Sabtu (9/3/2024).
Jenazah korban ditemukan petugas keamanan yang berjaga di lobi apartemen setelah mendengar dentuman keras.
Posisi empat jenazah telentang dan berdekatan. Hasil oleh tempat kejadian perkara, polisi menemukan kondisi tangan korban saling terikat.
Sang ayah, EA mengikatkan tangannya dengan sang anak perempuan JIL, sementara sang ibu AEL mengikat tangannya dengan tangan anaknya yang laki-laki, JWA.
Berdasarkan rekaman CCTV apartemen, terlihat satu keluarga tersebut datang ke apartemen menggunakan mobil sekitar pukul 16.02 WIB, Sabtu (9/3/2024).
Mereka kemudian terlihat naik lift menuju lantai 21. Dalam rekaman CCTV lift EA terlihat sempat mencium kening istri dan anak-anaknya di dalam lift.
Setelah itu, giliran sang ibu, AEL, terlihat mengumpulkan handphone atau ponsel suaminya dan kedua anaknya.
"Kemudian pukul 16.05 WIB keluar dari lift di tangga 21, berdasarkan pantauan CCTV, dan naik ke tangga darurat untuk naik ke rooftop apartemen," ujar Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya, Minggu (10/3/2024).
Agus mengatakan pada pukul 16.13 WIB Sabtu (9/3/2024), keempatnya jatuh bersamaan dari lantai 22.