Holifatul Jannah, lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Unej. Foto: Dok Unej.
JEMBER, (ERAKINI) - Di antara barisan ratusan toga hitam yang berbaris rapi dalam prosesi Wisuda Periode VIII Universitas Jember (Unej), terdapat satu sosok yang menginspirasi. Namanya Holifatul Jannah, lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan.
Holifa, begitu ia akrab disapa, lahir dari keluarga petani sederhana di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan serba pas-pasan.
Namun keterbatasan tak pernah menjadi alasan baginya untuk berhenti bermimpi. Dengan tekad kuat dan dukungan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Holifa bisa menembus bangku kuliah di kampus Inej.
Sejak SMA, Holifa sudah terbiasa berdagang kecil-kecilan untuk membantu ekonomi keluarganya. Ia menjual makanan ringan dan es dengan tangan sendiri, bahkan di sela waktu sekolah.
"Saya memang hobi berdagang, jadi tidak merasa malu. Justru dari situ saya belajar mandiri dan membantu orang tua," ucapnya.
Kisah perjuangannya bukan hanya soal berdagang sambil sekolah. Saat kuliah, Holifa harus pandai membagi waktu antara belajar, berorganisasi, dan tetap berjualan untuk menyambung hidup. Ia aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa PSHT Unej, dan bahkan menorehkan prestasi dalam dunia pencak silat.
Ia pernah meraih juara 3 Banyuwangi Championship dan juara 2 Seleksi Porprov Universitas di kelas B putri. “Tantangan terbesar itu adalah membagi waktu. Tapi saya tidak bisa menyerah, karena saya tahu betapa besar perjuangan orang tua saya agar saya bisa kuliah,” tutur Holifa, yang lulus dengan IPK 3,65.
Saat wisuda, Holifa tidak hanya membawa pulang gelar sarjana. Ia membawa pulang harapan, yakni harapan bagi keluarga, kampung halaman, dan untuk siapa pun yang merasa tak punya cukup untuk bermimpi tinggi.
"Saya kuliah bukan hanya untuk gelar. Tapi untuk membuktikan bahwa anak petani juga berhak punya masa depan. Bahwa kami juga bisa berdiri sejajar, bahkan unggul, jika diberi kesempatan," katanya.
Holifa pun berpesan kepada mahasiswa yang sama-sama berjuang seperti dirinya, untuk tetap semangat meraih mimpi mengenyam pendidikan tinggi. Kata dia, perjalanan ini bukan soal siapa yang cepat, tapi siapa yang tetap bertahan. Kuliah bukan hanya tentang lulus, tapi bagaimana tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi dunia nyata.
Pada wisuda kali ini terdapat 800 wisudawan yang dikukuhkan. Rinciannya, sebanyak 674 orang lulusan jenjang sarjana (S1), 81 orang jenjang Magister (S2), 6 orang jenjang Doktor (S3), dan 39 diploma. Rektor Unej Prof Iwan Taruna dalam sambutannya mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan adaptabilitas lulusan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
“Persaingan kerja sangat ketat. Namun tantangan ini bisa menjadi peluang, jika lulusan mampu membawa inovasi dan adaptasi teknologi,” tegas Iwan.
Ia juga mengajak para sarjana baru untuk menjadi bagian dari perubahan melalui sektor-sektor strategis seperti teknologi, energi terbarukan, dan industri kreatif. Menurutnya, perusahaan kini lebih banyak memilih talenta yang mampu menghadirkan solusi nyata di tengah ketidakpastian ekonomi global.