JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengupayakan agar kartu Nusuk, yang menjadi akses resmi masuk jemaah ke Arab Saudi, dapat diterima seluruh jemaah haji saat masih berada di Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Abdul Haris, mengatakan kartu Nusuk akan dicetak oleh pihak syarikah paling lambat satu pekan setelah visa jemaah haji terbit.
“Kami juga sudah koordinasi langsung dengan penyedia itu bahwa kartu Nusuk itu akan dicetak sekurang-kurangnya satu minggu setelah terbitnya visa dan itu akan dikirim ke Tanah Air,” ujar Haris usai menjadi narasumber Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Haris menuturkan, Kemenhaj juga telah membahas secara detail mekanisme pengiriman kartu Nusuk agar aspek keamanan dokumen tersebut benar-benar terjaga. Menurut dia, kartu Nusuk merupakan dokumen yang sangat penting bagi jemaah haji.
“Kami juga sudah membahas untuk proses pengirimannya dijaga betul keamanannya karena dokumen yang sangat penting, termasuk sampai ke daerah mitigasinya seperti apa, mekanismenya seperti apa. Jadi itu sudah kita koordinasikan, kita komunikasikan dengan masing-masing syarikah yang sudah terpilih,” kata Haris.
Haris mengungkapkan, seluruh syarikah telah menyatakan kesepakatan terkait mekanisme pencetakan dan distribusi kartu Nusuk tersebut. Selain itu, setiap syarikah juga telah menunjuk penanggung jawab atau person in charge (PIC), termasuk yang berada di Indonesia.
Terkait potensi kendala di lapangan, Haris menyebutkan Kemenhaj dan syarikah telah menyiapkan mekanisme koordinasi apabila kartu Nusuk jemaah mengalami kendala, seperti terselip atau hilang.
“Kita sudah bahas itu juga. Jadi ketika ada jemaah yang kebetulan terselip atau bahkan dinyatakan hilang, maka itu koordinasinya dengan kami. Kemudian kita sampaikan kepada PIC-nya yang ada di syarikah itu dan janjinya akan dilakukan pencetakan secara langsung karena ini menjadi dokumen penting,” ujarnya.
Dalam pernyataan sebelumnya, Haris menegaskan bahwa perhatian terhadap kartu Nusuk menjadi fokus bersama pimpinan Kemenhaj. Haris menyebut itu merupakan arahan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah.
“Untuk kartu Nusuk adalah bagian yang menjadi perhatian kita semua, perhatian kami di Kementerian Haji dan Umrah. Kami sudah koordinasi dengan masing-masing syarikah, apalagi syarikah sudah ada perwakilan di Indonesia dan sudah ada PIC yang ditunjuk,” kata Haris.
Dia menegaskan, koordinasi dengan pihak syarikah terus dilakukan, termasuk kunjungan langsung pimpinan Kemenhaj ke kantor perwakilan syarikah.
“Kemarin terakhir kita ketemu, bahkan Pak Dirjen juga ke kantor syarikah, kantor perwakilan syarikah. Sudah ada janji, dan janji itu akan betul-betul direalisasikan untuk kartu Nusuk,” ujar Haris.