Selat Hormuz Kembali Dibuka, namun Trump Tetap Berlakukan Blokade Demi Tekuk Iran
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) - Ketegangan geopolitik kembali memasuki babak rumit. Meski Iran mengumumkan pembukaan penuh jalur strategis Selat Hormuz, Amerika Serikat justru memilih mempertahankan tekanan dengan tetap memberlakukan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia itu kini kembali aman untuk pelayaran komersial. Pembukaan ini terjadi seiring meredanya ketegangan setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Teheran.


















