RSCM Jamin Tetap Layani Pasien BPJS PBI Nonaktif: Keselamatan Nomor 1, Administrasi Menyusul
Thomas Pulungan






“RSCM selalu menerapkan patient first. Layani pasiennya dulu, administrasi belakangan,” ujar Direktur Medis dan Keperawatan RSCM, dr Renan Sukmawan, dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026). Hal ini merespons isu penolakan pasien BPJS PBI nonaktif yang sempat ramai diperbincangkan.
Ia menjamin pasien akan tetap ditangani terlebih dahulu, sementara persoalan administrasi bisa diselesaikan setelahnya. Menurutnya, hal ini berlaku bagi semua pasien, termasuk peserta PBI yang status kepesertaannya belum aktif.
Untuk kasus penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa, Renan menjelaskan sistem akan melakukan aktivasi secara otomatis sehingga pasien tetap bisa segera mendapatkan penanganan medis.
“Kami berharap masyarakat tenang. Jangan ragu datang ke rumah sakit meski ada kendala administrasi atau pembiayaan,” katanya.
Renan juga menegaskan, RSCM tidak akan mempersoalkan kemampuan finansial pasien dalam situasi darurat.
“Setiap saat kami akan layani. Jangan pikir administrasi. Bahkan kalau misalnya memang tidak ada dana sama sekali, tidak akan kami permasalahkan. Yang penting nyawanya bisa tertolong,” tegasnya.
Selain memastikan keberlangsungan layanan, RSCM juga terus memperkuat kapasitas pelayanan seiring meningkatnya jumlah pasien setiap tahun. Mayoritas pasien yang datang merupakan rujukan kasus berat yang membutuhkan penanganan intensif.
Dalam dua tahun terakhir, kapasitas tempat tidur RSCM meningkat signifikan.
“RSCM terus mengembangkan kapasitasnya. Dua tahun lalu ada 900 tempat tidur, sekarang sudah menjadi 1.280,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang layak tanpa terkendala status administrasi.



