Kompol Seala meraih gelar Doktor pada Program Doktoral Kajian Stratejik dan Global. Kapolsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya ini mengangkat isu pemolisian komunitas di era digital.
Dalam sidang terbuka, Senin (5/1/2026), Kompol Seala Syah Alam memaparkan disertasi berjudul “Isomorfisme Kelembagaan terhadap Peran Pemolisian Komunitas di Era Digital: Perbandingan Teoretis dan Empiris Negara Indonesia, New Zealand, dan Jepang.”
Penelitian ini mengkaji transformasi kelembagaan kepolisian dalam menghadapi tantangan pemolisian modern di tengah perkembangan teknologi digital. Kompol Seala menekankan bahwa pemolisian komunitas menjadi pendekatan strategis Polri dalam membangun kepercayaan publik.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menurut dia, tantangan global menuntut Polri untuk terus berinovasi dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dirangkum Erakini, Kamis (8/1/2026), Kompol Seala Syah Alam yang kini punya gelar akadeik Dr, SIK, MSi, CPHR, CBA, merupakan alumni SMA Tarnus tahun 2008 (TN 16). Dari SMA Taruna Nusantara, perempuan kelahiran Jakarta, 18 Juni 1990, ini melanjutkan pendidikan ke Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus tahun 2012.
Seala Syah Alam dikenal sebagai salah satu Polwan muda berprestasi yang diyakini memiliki prospek kerier cemerlang. Dengan usia yang masih 35 tahun, Seala sudah memimpin unit pelaksana tugas pokok Polri di Ibu Kota. Seala juga menjadi salah satu figur perempuan paling inspiratif di kepolisian saat ini.
Sejak 23 Januari 2025, AKP Seala menjabat sebagai Kapolsek Pesanggrahan. Ia bukan baru pertama memimpin Polsek. Seala pernah menjabat Kapolsek Lingsar di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Seala kemudian ditugaskan menjadi Kapolsek Pagedangan, Tangerang, Banten (2022), dan menjadi srikandi pertama yang memimpin Polsek tersebut.
Setahun menjabat sebagai Kapolsek Pagedangan, Seala dipromosikan menjabat Kepala Seksi Pelayanan Administrasi (Kasi Yanmin) Polda Metro Jaya, hingga kemudian dipromosikan menjadi Kapolsek Pesanggrahan.
Selama menjabat Kapolsek, Polwan jebolan Akpol 2012 Detasemen Wiratama Bhayangkara ini dikenal berprestasi dengan keberaniannya memberantas kriminalitas. Ia sering turun ke lapangan. Bahkan tak sungkan patroli wilayah dengan mengendarai sepeda motor. Dalam memimpin, Seala menanamkan empat prinsip, yaitu peka, antisipatif, tegas, dan humanis.
"Bagi saya, menjadi Kapolsek di usia muda bukanlah hal yang mudah. Ini adalah tantangan untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Setiap hari kami dihadapkan dengan dinamika yang sangat cepat dan harus sigap dalam mengambil keputusan," kata Seala dalam sebuah kesempatan.