Ferry Joko Yuliantono resmi menduduki posisi Menteri Koperasi (Menkop) menggantikan Budi Arie Setiadi. Pelantikan Ferry sebagai Menkop dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025) sore. Foto: YouTube Setpres
JAKARTA, (ERAKINI) - Ferry Joko Yuliantono resmi menduduki posisi Menteri Koperasi (Menkop) menggantikan Budi Arie Setiadi hasil perdana Kabinet Merah Putih. Pelantikan Ferry sebagai dipimpin di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025) sore.
Dirangkum Erakini, Ferry lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967. Ia dikenal sebagai seorang teknokrat, aktivis alias tukang demo, birokrat, sekaligus politikus yang berpengalaman dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan koperasi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi sejak 21 Oktober 2024, mendampingi Menteri Budi Arie Setiadi.
Selain aktif di pemerintahan, Ferry juga merupakan Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) periode 2021–2026 dan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) periode 2024–2028 yang terpilih secara aklamasi. Di Partai Gerindra, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa DPP periode 2020–2025.
Riwayat Pendidikan
Ferry menempuh pendidikan dasar di SD Duren Tiga 07 Pagi, Jakarta (1980). Lalu, melanjutkan ke SMP Sumbangsih Jakarta (1984), dan SMA Mahardhika Surabaya (1987). Ia kemudian menyelesaikan studi S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Jurusan Akuntansi (1993). Pendidikan S2 diselesaikan Ferry di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Jurusan Hubungan Internasional dengan kekhususan Ekonomi Politik Internasional (2006).
Sejak muda, Ferry dikenal sebagai aktivis yang kerap menyuarakan kepentingan rakyat melalui aksi demonstrasi. Pada 2008, ia bahkan sempat menjadi tahanan politik akibat memimpin aksi penolakan kenaikan harga BBM pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ferry juga aktif dalam berbagai organisasi petani, nelayan, dan buruh. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia sejak 2005 hingga sekarang, serta Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan).
Ferry memulai karier profesional sebagai Auditor Keuangan di Yayasan Mandiri (1991)
pada proyek kerja sama USAID, dan konsultan Pengembangan Industri Kecil pada tahun 1993.
Tahun 1994 ia pindah menjadi Konsultan Prudential Banking System di Bank BNI (1994–1995). Ia juga pernah menjabat Kepala Departemen Pengembangan Masyarakat di Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI (1997–1999), serta Komisaris Utama PT Wana Artha Citra Industri (2000–2002).
Sejak 2004, Ferry juga aktif di dunia usaha sebagai International Auditor maupun Komisaris di sejumlah perusahaan, termasuk PT Wayata Kencana Dockyard Ltd/ PT Dok Dua Satu Nusantara.
Berikut pengalaman organisasi Ferry Joko Yuliantono:
- Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia (2005–sekarang)
- Wakil Direktur Pelaksana Inkoptan (2006–sekarang)
- Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (2000–2006)
- Anggota Dewan Pakar ICMI (2006–sekarang)
- Ketua Dewan Pengurus Nasional Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (1999–sekarang)
- Penasihat Lembaga Agricultural Policy Institute (2006–sekarang)
- Sekjen Komite Bangkit Indonesia (2008–sekarang)
- Sekjen PP Syarikat Islam (2021–2026)
- Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)
- Ketua Dewan Pengawas Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren)
- Ketua Umum IKA Unpad periode 2024–2028.