Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2024 dirilis secara serentak oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta, Jumat (19/1/2024) malam. Foto: Humas Kemenag
Ketua Pelaksana PMB PTKIN Nyanyu Khodijah menjelaskan, terdapat tiga jalur PMB PTKIN 2024, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN), Ujian Masuk (UM), dan jalur mandiri.
Untuk SPAN, metode yang digunakan non-tes, tetapi menggunakan data nilai rapor dan prestasi lainnya. Sedangkan UM adalah pola seleksi mandiri yang dilakukan masing-masing PTKIN."UM PTKIN menggunakan tes yang dilaksanakan secara online onside," katanya.
Seleksi Jalur UM PTKIN akan dilaksanakan secara bersama oleh 58 PTKIN dan 1 PTN dengan Program Studi keagamaan yang izin operasionalnya diterbitkan oleh Kementerian Agama RI melalui ujian tulis berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
Untuk biaya pendaftaran, SPAN ditanggung sepenuhnya oleh Kemenag, sementara UM biaya pendaftaran dibebankan kepada peserta. Nyayu mengatakan, terdapat 59 PTKIN dalam PMB 2024, yang terdiri dari 58 PTKIN dan 1 PTN. Sementara program studi sebanyakk 1.301.
"Program studi ada pengurangan dari tahun sebelumnya, karena ada beberapa studi umum sudah bergabung dengan seleksi yang dilakukan oleh PTN, maka saat ini tinggal berjumlah 1.301," jelasnya.
Untuk kuota SPAN tersedia sebanyak 65.574, dan UM 85.692. PMB 2024 terdiri dari SPAN minimal 20%, UM PTKIN 40%, dan jalur mandiri 30%. "Untuk sisanya 10% bisa ditambahkan untuk SPAN dan UM," jelasnya.
Pendaftaran satuan pendidikan untuk jalur SPAN akan dimulai 22 Januari-5 Februari 2024, pendaftaran siswa pada 12 Februari-15 Maret 2024, dan pengumuman pada 2 April 2024
Sedangkan pendaftaran siswa untuk UM dimulai 6 Mei-15 Juni 2024, uji coba SSE 21-22 Juni 2024, ujian SSE gelombang I pada 24-27 Juni, dan gelombang II pada 1-4 Juli 2024. Hasil seleksi UM akan diumumkan 17 Juli 2024. "Untuk daftar ulang mengikuti jadwal di PTKIN masing-masing," pungkasnya.
Sedangkan jalur ketiga, yaitu jalur mandiri, di mana proses seleksi dilakukan di masing-masing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Informasi terkait jalur mandiri ini, dapat diakses pada laman resmi masing-masing perguruan tinggi. Atau dapat diakses melalui https://span.ptkin.ac.id/page.
Menag Gus Yaqut dalam arahannya meminta jajaran PTKIN membuat cara-cara kreatif dalam PMB PTKIN 2024 agar menarik minat pelajar untuk mendaftar di kampusnya. "Saya minta PTKIN agar memiliki cara-cara kreatif agar dapat menarik minat para pelajar untuk mendaftar di sini," kata Gus Men, panggilan akrabnya.
Gus Men juga meminta PTKIN agar dapat melakukan benchmarking kepada perguruan tinggi lain yang lebih baik. "Kita jangan berpuas diri. Ini menjadi pekerjaan rumah kita semua untuk meningkatkan kualitas PTKIN," tandas Menag.
Sementara Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menuturkan, program PMB PTKIN tahun ini mengusung tema Start To Be Smart. Ia berharap, dalam pelaksanaan PMB kali ini, seluruh PTKIN dapat bersinergi dan saling mendukung untuk menjaring calon mahasiswa terbaik.
Peluncuran PMB PTKIN 2024 turut dihadiri Sekjen Kemenag Prof Nizar Ali, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, Dirjen Bimas Katolik Suparman, Dirjen Bimas Hindu Prof IBG Yudha Triguna, para staf khusus dan staf ahli menteri, Rektor dan Ketua PTKIN, Kakanwil Kemenag, serta Ketua Forum Rektor PTKIN Prof H Mahmud.