JAKARTA, (ERAKINI) - Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terus menjadi perhatian usai diusung Partai Golkar untuk maju Pilkada Jakarta2024. Politisi berlatar belakang insinyur ini memiliki perjalanan politik yang bisa dibilang mulus, dimulai dari Wali Kota Bandung hingga menjadi orang nomor satu di Jabar.
Dikutip dari berbagai sumber pada Senin (5/8/2024), Ridwan Kamil memiliki nama lengkap Mochamad Ridwan Kamil. Dia lahir di Bandung, Jawa Barat pada 4 Oktober 1971 dari pasangan Dr. Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju Sukaesih. Ia adalah anak kedua dari lima bersaudara.
Ayah Ridwan Kamil bernama Dr. Atje Misbach Muhjiddin, S.H. merupakan dosen di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran sekaligus Muhyidin atau yang dikenal Mama Pagelaran yang merupakan pendiri tiga pesantren di Sumedang dan Subang, Jawa Barat.
Sejak kecil, Ridwan Kamil dikenal sebagai anak yang cerdas dan aktif. Ia tumbuh menjadi sosok yang pekerja keras dan pantang menyerah.
Ridwan Kamil menghabiskan masa kanak-kanak sampai mudanya di kota Bandung. Kemudian, ia bertemu dengan kekasihnya, Atalia Praratya, ketika berada di sebuah pameran di kota kelahirannya.
Pada 7 Desember 1996, Ridwan Kamil menikahi Atalia Praratya dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Emmeril Kahn Mumtadz (meninggal tahun 2022) dan Camillia Laetitia Azzahra atau sering dipanggil Zara.
Selain itu, mereka mengasuh anak yang diberi nama sebagai Arkana Aidan Misbach pada Juli 2020.
Pendidikan pria yang biasa disapa Kang Emil ini dimulai pada tahun 1984, di SDN Banjarsari III Bandung. Kemudian, ia meneruskan ke jenjang pendidikan pertama di SMP Negeri 2 Bandung dan lulus pada 1987.
Setelahnya, pada 1990, Ridwan Kamil meneruskan ke pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Bandung. Setamat SMA, ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada 1995 dengan gelar Sarjana Teknik di bidang arsitektur.
Ia melanjutkan studi S-2 atau magister di Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat selama dua tahun hingga memperoleh gelar Master of Urban Design pada 1999 hingga 2001.
Selama perkuliahan, ia mengandalkan bantuan beasiswa untuk menopang kuliah dan biaya hidupnya. Ia juga bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. Setelah lulus S2, Ridwan Kamil bekerja sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat.
Setelah selesai S-2, Ridwan Kamil kembali ke Indonesia dan menjadi dosen tidak tetap di ITB selama 14 tahun. Ia mengajar program studi Teknik Arsitektur. Selain menjadi dosen, pada 2004, Ridwan Kamil mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitek, dan desain.
Dalam menjalankan perusahaannya itu, ia dibantu oleh teman-temannya, yaitu Achmad D Tardiyana, Reza Nurtjahja, dan Irvan W Darwis. Sejak itu, nama Ridwan Kamil menjadi terkenal sebagai arsitektur yang penuh kreasi.
Wali Kota Bandung
Pada 2013, Ridwan Kamil dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai wali kota Bandung dengan menggandeng Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota.
Dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih suara sebanyak 45,24 persen dan menjadikan keduanya sebagai pemenang.
Pada 16 September 2013, Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial resmi dilantik menjadi Wali kota dan Wakil Wali kota Bandung periode 2013 sampai 2018.
Salah satu program kerjanya, yakni dengan membuat Bandung Command Center, sebuah pusat kendali Kota Bandung, dengan didukung oleh GPS tracking dan CCTV di berbagai tempat untuk memantau kondisi Kota Bandung, selain itu berguna dalam rangka mewujudkan kota Bandung yang cerdas.
Kemudian, pada 4 Februari 2017, Ridwan Kamil meresmikan jembatan pejalan kaki dari Cihampelas ke Tamansari yang diberi nama Teras Cihampelas, tujuannya untuk mengatasi kemacetan di Jalan Cihampelas.
Jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp45 miliar ini memiliki panjang 450 m, yang terbagi menjadi tiga zona, yaitu kuliner, souvenir dan taman serta mampu menampung 180 pedagang. Bahkan untuk kendaraan juga dapat diparkir di Tamansari.
Gubernur Jawa Barat
Pada 2018 dalam Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil diusung sebagai calon Gubernur dan menggandeng Uu Ruzhanul Ulum sebagai wakilnya oleh PPP, PKB, Partai Nasdem dan Partai Hanura.
Komisi Pemilihan Umum atau KPU Provinsi Jawa Barat secara resmi menetapkan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Jawa Barat pada periode 2018 sampai 2023.
Hal itu diungkapkan dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada 2018 beralamatkan di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut.
Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum mendapatkan suara terbanyak sebesar 32,88 persen atau 7.226.254 suara.
Sebelum dan selama menjabat sebagai gubernur, Ridwan Kamil dikenal menggunakan berbagai media sosial, seperti Instagram, Twitter, maupun TikTok untuk berinteraksi dengan masyarakat, guna menyebarkan narasi-narasi dan melaporkan progres-progres yang telah pemerintah lakukan.
Menurut Ridwan Kamil, media sosial memungkinkannya untuk mendengarkan saran, kritik, dan bahkan protes dari masyarakat yang tidak setuju dengan kebijakan yang ia terapkan sebagai gubernur Jawa Barat.
Selain itu, transportasi publik yang aman dan nyaman serta masalah kemacetan menjadi kritik penting di kepemimpinan Ridwan Kamil di Jawa Barat, terutama di kawasan Kota Bandung yang merupakan Ibu Kota Provinsi.
Di kepemimpinan Ridwan Kamil, salah satu bentuk realisasi dari kebijakan pembenahan transportasi publik adalah dengan meluncurkan BRT (Bus Rapid Transit) di Kota Bandung yang merupakan kombinasi dari bus listrik, kereta ringan atau Light Rapid Transit serta kereta gantung (cable car) yang dimulai pada 2023.
Selain itu, Ridwan Kamil bersama Gubernur DKI Jakarta sepakat membangun MRT di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Gubernur Jawa Barat dengan Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan Plt. Wali Kota Bekasi di Gedung Sate, Kota Bandung pada 17 Februari 2023.
Semenjak resmi bertugas, Ridwan Kamil pernah mengusulkan adanya pemekaran wilayah Jawa Barat agar kucuran uang dari pemerintah pusat menjadi lebih proporsional dengan jumlah penduduknya.