Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Sulaiman (Foto: PWNU DKI Jakarta)
JAKARTA, (ERAKINI) - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI JakartaMarullah Matali dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas tuduhan penyalahgunaan wewenang. Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) , KH Sulaiman ikut merespons tuduhan tersebut. Dia menyebut, tuduhan yang dialamtkan kepada Marullah tidak berdasar.
Kiai Sulaiman menyayangkan adanya tuduhan itu. Menurut dia, tuduhan tersebut harus disikapi secara arif serta objektif. Selama ini, Kiai Sulaiman mengenal Marullah Matali sebagai pejabat publik yang dikenal bersih, berintegritas tinggi, serta memiliki rekam jejak pelayanan yang tidak diragukan.
“Kami mengenal Pak Marullah bukan hanya sebagai pejabat administratif, tetapi sebagai sosok yang membumi, dekat dengan rakyat, dan konsisten dalam menjunjung nilai-nilai keislaman serta keadilan sosial,” ujarnya dalam keterangan terulisnya, Kamis (15/5/2025).
Sementara soal pengangkatan anak kandung Marullah, Muhammad Fikri Makarim, sebagai Tenaga Ahli Sekda, KH Sulaiman mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku, bukan asumsi atau sentimen pribadi.
“Setiap pejabat memiliki hak untuk memilih tenaga ahli yang dipercaya, selama memenuhi syarat kompetensi dan mengikuti mekanisme yang berlaku. Kita tidak bisa langsung mencurigai hanya karena hubungan darah. Jangan sampai rasa keadilan kita dikaburkan oleh prasangka,” ucapnya.
Kiai Sulaiman mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah. Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam maupun hukum negara, seseorang tidak dapat dianggap bersalah tanpa proses hukum yang sah.
“Kita harus dewasa menyikapi persoalan ini. Jangan sampai emosi, sentimen politik, atau narasi sepihak membuat kita menjustifikasi sebelum ada kepastian hukum,” katanya.
Lebih lanjut, Kiai Sulaiman mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh opini liar yang beredar di media sosial. Menurutnya, kecepatan informasi bukan jaminan kebenaran.
“Jangan sampai kita turut menyebarkan fitnah yang merusak nama baik seseorang, apalagi jika yang diserang adalah tokoh yang telah banyak berjasa dan berkontribusi besar bagi pembangunan Jakarta,” ungkapnya.
KH Sulaiman kemudian mengajak warga Jakarta untuk mendoakan agar Marullah Matali diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
“Kami percaya, kebenaran akan selalu menemukan jalannya. Pak Marullah adalah panutan dalam birokrasi yang bersih dan bermartabat. Kita doakan beliau tetap diberi kesehatan, kesabaran, dan petunjuk dari Allah SWT dalam setiap langkahnya,” bebernya.
PWNUDKI Jakarta, kata Kiai Sulaiman, akan terus berdiri di sisi kebenaran serta menolak segala bentuk fitnah dan upaya pembunuhan karakter.
“Kami akan mengawal proses ini dengan tenang dan proporsional, serta tetap percaya pada proses hukum yang jujur dan adil,” pungkas KH Sulaiman.
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI JakartaMarullah Matali dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelaporan itu terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang memberikan jabatan kepada anaknya, Muhammad Fikri Makarim alias Kiky, sebagai Tenaga Ahli Sekda dan menantu keponakannya, Faisal Syafruddin sebagai Plt Kepala Badan Pengelola Aset Daerah DKI.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan saat ini pihaknya tengah menelaah laporan tersebut. KPK merespons setiap pengaduan yang dilayangkan masyarakat.
"KPK secara umum akan melakukan telaah terhadap setiap pengaduan masyarakat yang masuk untuk melihat validitas informasi dan keterangan yang disampaikan dalam laporan tersebut," kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2025).