Kemenhaj Ungkap Alasan Daftar Calon Jemaah Haji 2027 Diumumkan Lebih Awal
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi mengumumkan daftar jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) dan dijadwalkan berangkat pada musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Kemenhaj mengungkap alasan di balik rencana tersebut.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pengumuman dilakukan lebih awal agar pemerintah dan calon jemaah memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji secara lebih matang.
Saat ini, kata dia, data jemaah tersebut masih menjalani proses verifikasi di tingkat kabupaten/kota.
"Jemaah sudah kita umumkan. Yang waiting list yang akan berangkat 2027 sudah kita umumkan," kata Dahnil seperti dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Rabu (22/7/2026).
Menurut Dahnil, pengumuman lebih dini menjadi bagian dari upaya Kemenhaj menciptakan penyelenggaraan haji yang lebih tertib, terencana, dan berkualitas.
Selain meminta proses verifikasi segera diselesaikan, Dahnil juga menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenhaj untuk mulai membangun komunikasi yang intensif dengan para calon jemaah.
Instruksi itu ditujukan kepada seluruh jajaran, mulai dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), petugas haji, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan haji.
"Yang harus dipersiapkan pertama adalah Bapak dan Ibu semuanya harus punya engagement yang kuat dengan jemaah. Mulai dari ASN, Kakanwil, petugas haji, semua yang mengurus haji harus punya engagement yang kuat dengan jemaah," ujar Dahnil.
Bangun Kedekatan Sejak Awal
Dahnil menjelaskan, kedekatan antara petugas dan jemaah bukan sekadar komunikasi administratif, tetapi juga membangun ikatan emosional.
Ia menyebut konsep tersebut dalam istilah agama dikenal sebagai ta'liful qulub, yakni menjalin silaturahmi yang mampu mempererat hubungan antara petugas dan jemaah sebelum keberangkatan.
Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar pelayanan haji tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pembinaan terhadap para calon tamu Allah.
Haji Bukan Sekadar Urusan Perjalanan
Dalam kesempatan itu, Dahnil menegaskan Kementerian Haji dan Umrah tidak hanya berperan sebagai penyelenggara perjalanan haji layaknya biro perjalanan atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Ia mengatakan, Kemenhaj mengemban amanah untuk menghadirkan transformasi nilai selama proses penyelenggaraan ibadah haji.
Transformasi tersebut diwujudkan melalui konsep Tri Sukses, yakni Sukses Ritual, Sukses Ekonomi, serta Sukses Peradaban dan Keadaban.
"Bukan sekadar terkait penyelenggaraannya saja, tetapi harus ada transformasi nilai, baik nilai kebangsaan, nilai moral, nilai peradaban, maupun nilai keadaban," kata Dahnil.
Menutup arahannya, Dahnil meminta seluruh jajaran Kantor Wilayah Kemenhaj, khususnya di Jawa Timur, segera bergerak membangun koordinasi dan memperkuat komunikasi dengan para calon jemaah.
"Segera dekati dan mulai bangun komunikasi dengan jemaah," ujar dia.


















