Di hadapan para siswa SMA Taruna Nusantara, Mayjen Niko menyampaikan apresiasi dan rasa bangga, serta berbagi pengalaman hidupnya. Ia mengingatkan kepada para siswa untuk terus bersyukur karena dapat diterima di salah satu sekolah terbaik di Indonesia.
“Kalian patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah terpilih menjadi bagian dari lembaga pendidikan terbaik di Indonesia. SMA Taruna Nusantara bukan hanya mencetak siswa unggul secara akademis, tetapi juga calon pemimpin bangsa yang berintegritas tinggi,” ungkap Mayjen Niko, dikutip dari keterangan resmi Kodam IM.
Pangdam menegaskan bahwa membangun karakter dan wawasan kebangsaan sejak dini merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. "Saya yakin orang tua, kerabat, dan rekan-rekan kalian sangat bangga. Di sekolah ini, kalian tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan yang akan menjadi bekal dalam perjalanan hidup kalian,” tandasnya.
Jenderal bintang 2 itu lalu berpesan agar para siswa terus belajar dengan tekun, menjaga kesehatan, serta membekali diri dengan keterampilan dan wawasan yang luas. “Keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual sangat penting dalam membangun karakter seorang pemimpin,” tegasnya.
Pangdam lalu berbagi pengalaman pribadi sebagai prajurit TNI, memberikan pandangan tentang kepemimpinan yang efektif, serta menjelaskan biografi singkat perjalanan kariernya. Ia juga memberikan tips dan saran bagi siswa yang memiliki minat untuk bergabung dengan TNI Angkatan Darat.
SMA Taruna Nusantara, yang berdiri sejak 14 Juli 1990 di Magelang, Jawa Tengah, adalah sekolah berasrama yang memiliki visi mencetak generasi pemimpin bangsa berintegritas, cerdas, dan berjiwa kebangsaan. Dengan motto “Ad Astra et Patria” (Menuju Bintang dan Tanah Air), sekolah ini telah melahirkan banyak alumni sukses di berbagai bidang strategis, baik di dalam maupun luar negeri.
Pada hari yang sama, Mayjen Niko juga menerima kunjungan 19 Taruna Akademi Militer (Akmil) asal Aceh. Dalam pertemuan tersebut, Pangdam menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para Taruna dan Taruni dalam menempuh pendidikan militer yang ketat.
Ia mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran generasi muda asal Aceh yang berkomitmen untuk menjadi prajurit profesional dan berintegritas dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mayjen TNI lalu memanfaatkan momen tersebut untuk berbagi pengalaman perjalanan kariernya, mulai dari awal pengabdiannya sebagai Letnan Dua hingga mencapai pangkat Jenderal berbintang dua. Ia juga membagikan pengalaman pendidikan, baik di bidang militer maupun akademik, yang menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin.
“Kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat. Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah berusaha memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Selain itu, Pangdam IM juga membagikan pengalamannya selama menjalani berbagai penugasan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pengalaman tersebut, menurutnya, tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan yang kokoh. Ia berharap para Taruna dapat menjadikan pengalaman tersebut sebagai inspirasi untuk terus berprestasi dan menjaga integritas dalam setiap langkah mereka.
Pertemuan ini juga diharapkan dapat memotivasi para Taruna untuk terus menjunjung tinggi semangat juang dan nilai-nilai kebangsaan, sehingga kelak menjadi perwira yang mampu mengharumkan nama Aceh dan memberikan kontribusi terbaik untuk Indonesia.