10 Tokoh Pejuang Buruh di Balik Lahirnya May Day
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Pekerja di Indonesia dan seluruh dunia memperingati Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5/2025). Peringatan May Day ini tak lepas dari perjuangan tokoh-tokoh buruh di masa lalu.
Sejarah lahirnya Hari Buruh bermula pada abad ke-19, ketika gerakan pekerja mulai berkembang secara signifikan di berbagai belahan dunia, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.
Salah satu momen penting dalam sejarah Hari Buruh adalah kerusuhan Haymarket pada tahun 1886 di Chicago, Amerika Serikat. Pada tanggal 1 Mei tahun itu, terjadi demonstrasi besar-besaran yang menuntut hak-hak pekerja, termasuk perlunya standar delapan jam kerja sehari.
Pada saat itu, ribuan pekerja turun ke jalan-jalan di Chicago untuk memprotes dan mendesak pemerintah dan pengusaha agar mengakui hak mereka untuk bekerja delapan jam sehari. Namun, protes tersebut berubah menjadi kerusuhan ketika polisi mencoba membubarkan para pengunjuk rasa, dan ledakan bom terjadi, menewaskan beberapa polisi.
Peristiwa Haymarket berakhir dengan penangkapan dan pengadilan terhadap beberapa pemimpin gerakan buruh yang dituduh bertanggung jawab atas ledakan bom, meskipun bukti-bukti yang ada tidak begitu kuat. Empat dari mereka dijatuhi hukuman mati, satu di antaranya kemudian bunuh diri di penjara.
Pascatragedi itu, perjuangan buruh untuk mendapatkan delapan jam kerja terus berlanjut. Pada tahun 1890, Serikat Buruh Amerika dan Federasi Buruh Amerika akhirnya mengumumkan tanggal 1 Mei sebagai . Ini sebagai bentuk solidaritas dan memperingati perjuangan buruh di seluruh dunia.


















