Pakar AI Sebut Kuliah Kedokteran dan Hukum Hanya Buang Waktu, Kok Bisa?
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Masa depan dua profesi prestisius yang selama ini impian banyak orang, yakni dokter dan pengacara, semakin terancam. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang begitu cepat bakal membuat ilmu kedokteran dan hukum outdated atau ketinggalan zaman.
CEO AI Integral yang juga pendiri tim AI generatif pertama Google, Jad Tarifi, mengatakan bahwa gelar di bidang kedokteran maupun hukum adalah pemborosan waktu, karena proses penyelesaiannya sangat lama.
"Menempuh pendidikan untuk menjadi dokter atau pengacara mungkin tak lagi sepadan dengan waktu yang dihabiskan oleh Gen Z yang ambisius. Gelar-gelar tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk diselesaikan dibandingkan dengan kecepatan AI berkembang, sehingga dapat mengakibatkan mahasiswa hanya "membuang" bertahun-tahun hidup mereka," ujar Jad Tarifi kepada Business Insider, dikutip dari Fortune, Senin (16/2/2026).
Menurut Tarifi, dalam sistem medis saat ini, apa yang dipelajari di kampus kedokteran maupun hukum, sudah sangat ketinggalan zaman dan berbasis hafalan. “Pendidikan tinggi seperti yang kita kenal sekarang berada di ambang kepunahan,” kata Tarifi.


















