Muhammadiyah Beberkan Rahasia di Balik Banyaknya Perguruan Tinggi
Abdul Rahman Ahdori
MAKASSAR, (ERAKINI) - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus memperluas jaringan pendidikannya dengan mengakuisisi sejumlah perguruan tinggi. Terbaru, pada 16 September 2025 lalu, Muhammadiyah resmi mengambil alih pengelolaan Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi.
Dengan bergabungnya UNISMA, jumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia kini mencapai 163 kampus. Berdasarkan data PP Muhammadiyah, jaringan ini terdiri atas 99 universitas, 25 institut, 32 sekolah tinggi, 5 politeknik, dan 1 akademi. Jumlah tersebut terus bertambah seiring penggabungan dan alih bentuk sejumlah kampus di berbagai daerah.
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, mengungkapkan bahwa keberhasilan Muhammadiyah dalam mengelola banyak perguruan tinggi tidak lepas dari sistem keuangan yang kokoh dan transparan. Menurutnya, terdapat enam pilar utama yang menjadi dasar pengelolaan keuangan PTMA.
“Enam pilar ini memastikan keuangan PTMA dikelola dengan profesional, transparan, dan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah,” kata Andy, dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, Jumat (10/10/2025).
Andy menjelaskan, pilar pertama adalah penganggaran berbasis kinerja, yang mengaitkan setiap rencana anggaran dengan capaian visi dan misi kampus. Pilar kedua, penganggaran partisipatif, dilakukan melalui pendekatan bottom up dan top down, dimulai dari unit terkecil hingga pimpinan.

















