Search

Petugas Haji Dibekali Cara Mengatur dan Melayani Jemaah saat Pemondokan di Mekkah

JAKARTA, (ERAKINI) - Ratusan calon personel layanan akomodasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mendapatkan bimbingan teknis terkait tata kelola pemondokan dan pelayanan jemaah haji di Mekkah

Pembekalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi hari ke-11 yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026).

Pelatihan diberikan untuk memastikan petugas mampu mengatur dan melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia agar memperoleh fasilitas akomodasi yang layak sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah.

Fasilitator Layanan Akomodasi, Zaenal Muttaqien, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup aspek teknis hingga simulasi praktik lapangan.

“Peserta diajarkan materi, dimulai dari materi terkait dengan teknis yang berhubungan dengan tugas dan fungsinya, kemudian simulasi dan latihan,” ujar Zaenal.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai struktur organisasi dan standar pelayanan yang harus dijalankan.

“Peserta juga dibekali materi terkait organisasi secara keseluruhan. Kemudian setelah materi Tusi mereka memahami standar pelayanan yang mereka harus lakukan. Dan kemudian yang terakhir adalah kita langsung kepada simulasi praktik,” tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Zaenal, persoalan paling krusial dalam layanan akomodasi adalah potensi pemisahan hotel dalam satu kloter, baik di Madinah maupun Mekkah.

“Yang paling krusialnya akomodasi itu kalau di Madinah itu ketika perpisahan atau perpecahan hotel. Nah itu yang paling krusial yang harus diantisipasi, karena sangat mungkin untuk hotel itu pecah di Madinah,” jelasnya.

Ia menyebut kondisi serupa juga bisa terjadi di Mekkah, sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi satu hotel itu bisa dua hotel atau tiga hotel. Di Mekkah juga sama, seperti tahun yang lalu seperti itu,” kata Zaenal.

Situasi tersebut, lanjut dia, membutuhkan koordinasi lintas layanan, termasuk transportasi dan konsumsi.

“Cuma yang perlu diantisipasi adalah ketika pecah hotel dalam satu kloter, yang itu harus bekerjasama dengan bagian-bagian yang lainnya. Bisa jadi ada jemaah yang menerima, ada jemaah yang tidak menerima,” bebernya.

Zaenal menegaskan bahwa setiap tusi termasuk layanan akomodasi tidak bisa berdiri sendiri.

“Catering itu punya kepentingan untuk menyebarkan, mendistribusikan makanan di hotel. Transportasi untuk pengangkutan jamaahnya ke hotel. Begitu juga pengangkutan koper dari hotel ke hotel yang lainnya. Jadi mereka sangat berkepentingan dengan transportasi, konsumsi,” tutur dia.

Sementara itu, calon petugas layanan akomodasi PPIH Arab Saudi, Aziz Hamdan, mengaku mendapat banyak pemahaman selama mengikuti diklat sejak 10 Januari lalu.

“Alhamdulillah di Tusi ini kita diberikan pemahaman tentang tupoksi sebagai pelayanan akomodasi, juga hal-hal apa saja yang keterkaitan dengan masalah akomodasi, khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji,” kata Aziz.

Dia mengugkapkan bahwa salah satu materi penting yang dipelajari adalah mitigasi permasalahan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Salah satunya adalah bagaimana kita memitigasi permasalahan-permasalahan yang kemungkinan terjadi untuk mengantisipasi supaya kejadian itu tidak terjadi dan terulang kembali,” ujarnya.

Aziz mencontohkan, persoalan klasik yang kerap muncul adalah penolakan jemaah terhadap pembagian kamar.

“Salah satunya mungkin yang paling klasik itu adalah ketika jamaah itu tidak mau atau berbeda kamar misalnya, dalam satu hotel berbeda kamar itu biasanya terjadi seperti itu,” kata dia.

Selain itu, keluhan juga bisa muncul apabila fasilitas hotel tidak sesuai dengan harapan jemaah.

“Atau juga mungkin pelayanan ataupun akomodasi yang ada di hotel itu tidak sesuai dengan kehendak para jamaah. Bagaimana memberikan pemahaman ke para jamaah? Yang jelas kita akan menyampaikan yang pertama, mensosialisasikan tentang tata tertib sebagai jamaah dan kemudian apa saja yang sudah tersedia di hotel itu sendiri,” ujar Aziz.