Presiden Prabowo Subianto dalam Retret Jilid II di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (Foto: tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden)
BOGOR, (ERAKINI) - PresidenPrabowo Subianto mengatakan, pemandangan anak-anak yang antusias menantikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya mampu menyentuh nurani siapa pun. Menurut dia, hal tersebut menjadi bukti kuat bahwa program sangat dibutuhkan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menyaksikan pemutaran video distribusi MBG di sela penyampaian Taklimat Awal Tahun dalam Retret Jilid II di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
“Saya tidak paham, manusia macam mana yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu,” ujar Prabowo seusai pemutaran video.
Video berdurasi singkat itu ditayangkan ketika Kepala Negara memaparkan capaian Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat dalam kurun satu tahun sejak digulirkan pada 6 Januari 2025.
Lampu ruang rapat perlahan diredupkan. Layar besar menampilkan kedatangan kendaraan pengantar menu MBG yang disambut penuh suka cita oleh anak-anak sekolah. Sorak sorai spontan terdengar ketika mereka berlarian dan berebut menerima tray berisi makanan bergizi.
Prabowo menuturkan, dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, ia kerap menyaksikan langsung antusiasme anak-anak yang dengan penuh harap menunggu giliran mendapatkan MBG.
“MBG dinantikan oleh semua rakyat. Bahkan sekarang saya sedih, kalau saya ke daerah anak-anak panggil saya, ‘Pak, kapan kami terima MBG?’,” kata Presiden.
Menurut Prabowo, MBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat, khususnya anak-anak yang selama ini berangkat sekolah dalam kondisi lapar atau dengan asupan gizi terbatas.
Ia menegaskan, respons positif masyarakat menjadi bukti nyata bahwa program MBG memang dibutuhkan. Antusiasme anak-anak dan keluarga penerima manfaat, kata Prabowo, justru menjadi penguat semangat pemerintah untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung adanya kritik hingga ejekan terhadap MBG sejak awal peluncurannya. Namun, ia menilai kritik tersebut menjadi tidak relevan ketika dihadapkan pada kenyataan di lapangan.
“Hei orang-orang pintar, hei orang-orang yang mengejek, lihatlah dengan mata hatimu, rakyat kita, anak-anak itu,” ujar Prabowo.