Profil Sjafrie Sjamsoeddin: Sosok Kepercayaan Prabowo yang Dianugerahi Pangkat Jenderal Kehormatan Bintang 4
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Sjafrie Sjamsoeddin, mantan perwira tinggi TNI dan tokoh militer senior, secara resmi menerima penganugerahan pangkat kehormatan Jenderal bintang empat. Sebelumnya, Sjafrie telah pensiun dari militer dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal (Letjen), setara dengan bintang tiga.
Gelar kehormatan ini diserahkan dalam acara militer bertajuk ‘Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer’ yang digelar di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Bandung Barat, pada Minggu (10/8/2025).
Presiden Prabowo Subianto turut hadir langsung dalam upacara penganugerahan tersebut. Hubungan Prabowo dan Sjafrie memang dikenal sangat dekat, mengingat keduanya merupakan lulusan Akademi Militer (Akabri) tahun 1974 dan telah lama menjalin kerja sama dalam berbagai sektor, baik militer maupun pemerintahan. Bahkan, dalam kabinet terbaru, Prabowo mempercayakan posisi Menteri Pertahanan kepada Sjafrie. Berikut profilnya!
Profil Sjafrie Sjamsoeddin: Riwayat Hidup dan Karier Militer
Sjafrie Sjamsoeddin lahir di Ujungpandang, Sulawesi Selatan, pada 30 Oktober 1952. Ia menempuh pendidikan militer di Akabri dan lulus pada tahun 1974, satu angkatan dengan Prabowo Subianto. Di luar dunia militer, ia juga memperdalam ilmu manajemen dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1993.
Karier militernya banyak dihabiskan di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sejak tahun 1975 hingga awal 1990-an, ia mengemban berbagai posisi penting, antara lain sebagai Komandan Peleton, Komandan Kompi, Perwira Intelijen, hingga Komandan Batalyon di Grup I Kopassus. Ia juga sempat menjadi komandan satuan pengamanan pribadi Presiden Soeharto, khususnya dalam berbagai kunjungan kenegaraan ke luar negeri di era 1979–1995.
Beberapa negara yang pernah dikunjunginya bersama Presiden Soeharto antara lain Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Spanyol, India, serta negara-negara di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Balkan.
Jabatan Strategis di TNI dan Pemerintahan
Per 1 September 1991, Sjafrie menjabat sebagai Wakil Asisten Operasi Danjen Kopassus. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Pada Maret 1995, ia dipercaya memimpin Komando Resor Militer (Korem) 061 Suryakencana di Bogor. Tak lama setelah itu, tepatnya 1 Februari 1996, Sjafrie diangkat sebagai Kepala Staf Garnisun I Jakarta dengan pangkat Brigadir Jenderal.
Setahun berselang, ia menggantikan Mayjen Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Staf Kodam Jaya, dan pada 1997 naik menjadi Panglima Kodam Jaya, menggantikan Mayjen Sutiyoso yang saat itu terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Tahun 2001, Sjafrie ditunjuk sebagai Koordinator Staf Ahli (Korsahli) TNI. Setahun kemudian, ia menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, menggantikan Marsda Graito Usodo.
Dalam pemerintahan terbaru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Sjafrie dipercaya menempati posisi strategis sebagai Menteri Pertahanan. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya, Sjafrie dianugerahi pangkat Jenderal Kehormatan bintang empat—sebuah penghormatan tertinggi yang diberikan kepada prajurit purnawirawan yang dinilai berjasa luar biasa terhadap bangsa dan negara.


















