Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat Jenderal Kehormatan dan Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada sejumlah tokoh militer dan purnawirawan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Komplek Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025). Foto: BPMI Setpres
Penganugerahan Bintang Kehormatan dilakukan dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklat Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).
Terdapat lima purnawirawan TNI yang mendapat penganugerahan menjadi Jenderal Kehormatan bintang empat dan enam purnawirawan menerima kenaikan Pangkat Kehormatan menjadi bintang tiga, dan satu purnawirawan menjadi bintang 2.
Presiden Prabowo mengawali penyerahan tanda pangkat Jenderal Kehormatan itu kepada Muhammad Yunus Yosfiah, yang diwakili oleh putranya. Jenderal Kehormatan (Purn) Muhammad Yunus Yosfiah merupakan tokoh militer Indonesia dan veteran Perang Seroja, yang merupakan Menteri Penerangan tahun 1998–1999 pada masa pemerintahan Presiden Ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie.
Sepanjang mengabdikan diri sebagai prajurit TNI, M Yunus Yosfiah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya sebagai Kepala Staf Sosial Politik ABRI, Pangdam II/Sriwijaya, dan Ketua Fraksi ABRI di MPR.
Selanjutnya, Presiden Prabowo menyematkan tanda pangkat bintang empat kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Sjafrie dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo, mengingat keduanya bersahabat sejak masa menjadi taruna di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Sjafrie merupakan Lulusan Terbaik atau peraih Adhi Makayasa Akmil 1974.
Bintang Kehormatan berikutnya diberikan kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M Herindra, Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Agus Sutomo, dan Ali Sadikin.
M Herindra juga dikenal sebagai orang dekat Prabowo, terutama saat Presiden masih aktif sebagai prajurit TNI dan menjabat Danjen Kopassus. Herindra juga merupakan Lulusan Terbaik Akmil 1987.
Herindra pernah menduduki banyak posisi strategis, di antaranya Danjen Kopassus, Pangdam III/Siliwangi, Inspektur Jenderal TNI, Kepala Staf Umum TNI, dan terakhir Wakil Menteri Pertahanan.
Sementara Jenderal Kehormatan (Purn) Agus Sutomo merupakan purnawirawan TNI yang sepanjang mengabdi pernah mengisi jabatan-jabatan strategis, seperti Danpaspampres, Danjen Kopassus, Pangdam Jaya, Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI, dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan.
Sedangkan Jenderal Kehormatan (Purn) Ali Sadikin merupakan tokoh nasional yang merupakan Sesepuh Korps Marinir TNI AL (dulu KKO-AL), dan terlibat dalam perang-perang kemerdekaan.
Di lingkungan TNI AL, Ali Sadikin menempati posisi strategis, di antaranya Wakil Panglima KKO AL, dan Deputi II Panglima Angkatan Laut. Ali Sadikin juga pernah menjadi Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja IV, Menteri Koordinator Kompartimen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan, hingga Gubernur DKI Jakarta.
Pangkat Kehormatan Bintang 4:
1. Jenderal TNI (Hor) Yunus Yosfiah.
2. Jenderal TNI (Hor) Sjafrie Sjamsoeddin.
3. Jenderal TNI (Hor) M Herindra.
4. Jenderal TNI (Hor) Agus Sutomo.
5. Jenderal TNI (Hor) Ali Sadikin.
Selain itu, dalam upacara yang sama, Tanda Kehormatan Bintang Sakti disematkan kepada dua prajurit, yaitu:
1. Letjen (Purn) Marinir Alfan Baharudin.
2. Letda (Purn) Darius Bayadi.
Bintang Sakti diberikan sebagai penghargaan kepada prajurit yang menunjukkan keberanian, keperwiraan, dan jasa luar biasa dalam pertempuran atau operasi militer strategis baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dalam upacara tersebut Presiden Prabowo Subianto juga melantik sejumlah jabatan strategis baru dan mengukuhkan satuan pasukan baru di tubuh TNI.