Presiden RI Prabowo Subianto saat melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sebuah upacara kenegaraan yang digelar di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/8/2025). (Foto: YouTube/Puspen TNI).
JAKARTA, (ERAKINI) – Presiden RIPrabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal TNITandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam sebuah upacara kenegaraan yang digelar di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/8/2025).
Pelantikan ini menandai momen bersejarah karena Tandyo menjadi perwira tinggi pertamayang kembali mengisi jabatan Wakil Panglima TNI setelah vakum selama lebih dari dua dekade. Jabatan tersebut terakhir kali diisi pada awal 2000-an sebelum sempat dihapus dan kemudian dihidupkan kembali melalui regulasi baru.
Dalam upacara yang juga mencakup pengukuhan sejumlah pimpinan satuan elite TNI serta peresmian berbagai struktur baru di tiga matra, Presiden Prabowo secara langsung menyematkan pangkat jenderal bintang empat kepada Tandyo, sekaligus memberikan ucapan selamat atas pengangkatan tersebut.
Sebelum dipercaya sebagai Wakil Panglima, Jenderal Tandyo menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) dengan pangkat Letnan Jenderal. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 dan berasal dari korps Infanteri Kostrad. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 21 Februari 1969, Tandyo telah mengemban berbagai posisi penting baik di lingkungan TNI AD maupun Kementerian Pertahanan, termasuk menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro dan Kepala Badan Diklat Kemenhan.
Pengangkatan Tandyo dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025, yang merupakan revisi dari Perpres No. 66 Tahun 2019 tentang struktur organisasi TNI. Regulasi ini mengatur penataan ulang dan penambahan struktur organisasi strategis di tubuh TNI, termasuk mengukuhkan kembali peran Wakil Panglima TNI.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengukuhkan 3 pimpinan pasukan elit TNI, yaitu:
- Letjen TNI Djon Afriandi sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
- Letjen TNI (Mar) Endi Supardi sebagai Panglima Korps Marinir (Kormar)
- Marsekal Madya TNI Deny Muis sebagai Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat)
Selain itu, Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra resmi dilantik sebagai Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas)—salah satu struktur baru yang diperkenalkan dalam reorganisasi TNI AU.
Dalam pidatonya di mimbar kehormatan, Presiden Prabowo mengumumkan secara langsung restrukturisasi besar-besaran yang mencakup seluruh matra TNI. Ia menyebut sejumlah organisasi baru yang diresmikan dalam upacara tersebut, termasuk:
- 6 Komando Daerah Militer (Kodam) baru
- 14 Komando Daerah Angkatan Laut (Kodanal)
- 3 Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau)
- 1 Komando Operasi Udara
- 6 Grup Kopassus
- 20 Brigade Teritorial Pembangunan
- 1 Brigade Infanteri Marinir
- 1 Resimen Kopasgat
- 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan
- 5 Batalyon Infanteri Marinir
- 5 Batalyon Komando Kopasgat
"Pada pagi hari ini, hari Minggu, tanggal 10 Agustus tahun 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan enam Komando Daerah Militer, 14 Komando Daerah Angkatan Laut, tiga Komando Daerah Angkatan Udara, satu Komando Operasi Udara, enam grup Komando Pasukan Khusus, 20 Brigade Teritorial Pembangunan, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat, 100 Batalyon Teritorial Pembangunan, lima Batalyon Infanteri Marinir, lima Batalyon Komando Korps Pasukan Gerak Cepat," kata Prabowo.
Setelah membacakan peresmian, Presiden menekan tombol sirine sebagai simbol dimulainya operasional organisasi baru tersebut, yang kemudian disusul dengan tembakan meriam seremonial.
Pelantikan ini menunjukkan arah baru reformasi militer Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang mengedepankan kekuatan struktural, regenerasi kepemimpinan, dan optimalisasi sistem pertahanan nasional. Tandyo Budi Revita kini resmi menjadi figur sentral kedua dalam struktur komando TNI setelah Panglima.