Digelar Sampai Akhir Juni, 850 Pesantren Ikuti Pelatihan 'Kemandirian Pesantren'
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Dalam rangka menguatkan pemahaman entrepreneur bagi para pengelola bisnis pesantren, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Ditjen Pendis bekerjasama dengan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Balitbang Diklat Kementerian Agama dalam menyelenggarakan pelatihan kemandirian pesantren.
Sebanyak 850 pesantren mengikuti pelatihan yang digelar secara online ini, di mana mereka akan sekaligus ditargetkan menjadi calon penerima bantuan inkubasi bisnis dari Kementerian Agama.
Plt. Direktur PD. Pontren, Waryono mengatakan bahwa pesantren harus lebih maju dan mandiri, termasuk dalam segi finansial karena hal tersebut dapat mendukung pengembangan pendidikan di pesantren.
“Kita tahu Pesantren memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Adanya program kemandirian pesantren yang menjadi program prioritas Menteri Agama ini bertujuan untuk menggali potensi tersebut, terutama potensi dalam bidang ekonomi pesantren. Maka perwakilan pesantren diberikan pelatihan agar memahami tentang teknis pengelolaan dana bantuan. Tujuannya agar penyerapan dan penggunaan dana bantuan benar-benar efektif dan maksimal," jelas Waryono.
Waryono mengatakan, peserta pelatihan berasal dari pesantren calon penerima bantuan inkubasi bisnis diwakili oleh pengelola unit bisnisnya. Pelatihan telah berjalan sejak 20 Mei 2024 dan berakhir pada akhir Juni. 2024.
Adapun tahun 2024 ini menjadi puncak dari program prioritas Kementerian Agama () salah satunya adalah .
















