Profil Setiawan Djodi: Musisi Kenamaan asal Solo, Cucu Pahlawan Nasional Dr Wahidin Sudirohusodo
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Sosok K.P.H. Salahuddin Setiawan Djodi Nur Hadiningrat atau lebih dikenal sebagai Setiawan Djodi, menyimpan kisah yang kompleks. Musisi senior ini bukan hanya dikenal sebagai sosok progresif yang pernah mengguncang panggung musik Indonesia lewat grup SWAMI dan Kantata Takwa, tetapi juga seorang pengusaha sukses di sektor energi dan pelayaran.
Dilansir dari berbagai sumber pada Selasa (5/8/2025), Setiawan Djodi menyandang warisan nama besar sebagai cucu dari tokoh Kebangkitan Nasional, Dr. dr. Wahidin Sudirohusodo.
Lahir di Solo pada 13 Maret 1949, Djodi menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Dia sempat menimba ilmu di Universitas Wharton pada 1974, dan meraih gelar magister filsafat dari University of California.
Sepulangnya ke tanah air, Djodi tak hanya sibuk di ruang rapat sebagai CEO Grup Setdco, tetapi juga merangsek ke panggung musik dengan gaya eksentrik dan lirik yang sarat kritik sosial.
Namanya mencuat ke publik pada akhir 1980-an ketika bersama Iwan Fals, Sawung Jabo, Innisisri, Jockie Surjoprajogo, Naniel, dan Totok Tewel, ia membentuk grup SWAMI.
Tak lama berselang, proyek musikalnya berkembang menjadi Kantata Takwa, bersama WS Rendra dan Bengkel Teater. Grup ini menghasilkan karya monumental yang tak hanya musikal, tetapi juga politis. Album terakhirnya bersama Kantata bertajuk Opera Raksasa Biru, membahas isu pemanasan global.
Namun demikian, kehidupan pribadi Djodi tak semulus prestasi artistiknya. Pernikahannya dengan model ternama Sandy Harun berujung pada perceraian yang diwarnai kabar tak sedap.
Putri mereka, Marimbi Djody Putri, menjadi pusat sorotan setelah Sandy mengklaim bahwa Marimbi adalah anak biologis dari Tommy Soeharto. Djodi bereaksi keras atas klaim itu, menantang dilakukan tes DNA untuk memastikan status anaknya.
Meski sempat diperiksa di Polda Metro Jaya, kasus ini tak pernah menemukan penyelesaian yang terang. Nama Marimbi sendiri diabadikan Djodi dalam lagu yang dirilis pada album Misteri Cinta tahun 2002.
Kepribadian Setiawan Djodi yang dikenal cerdas dan piawai, disebut-sebut turun dari sang akek, Dr. Wahidin Sudirohusodo. Dr Wahidin Sudirohusodo adalah dokter lulusan STOVIA yang menjadi pelopor pendidikan nasional dan turut menggagas berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 1908.
Melalui gagasan “dana pelajar”, Wahidin mendorong pemerataan pendidikan sebagai jalan menuju kemerdekaan. Atas jasanya, pemerintah menetapkan Wahidin sebagai Pahlawan Nasional pada 1973.
Mewarisi semangat progresif sang kakek, Djodi menjelma sebagai seniman dengan gagasan-gagasan besar, sekaligus pebisnis yang kerap mengambil jalan tak lazim.
Djodi adalah satu dari sedikit sosok yang menyatukan filsafat, bisnis, dan seni dalam satu tarikan napas. Dalam wajah Indonesia kontemporer yang kian pragmatis, sosok seperti Djodi menjadi pengingat bahwa idealisme masih punya tempat untuk berkarya di Indonesia.


















