Dian Sastro dalam salah satu adegan film Gadis Kretek yang tayang di Netflix (Foto: tangkapan layar Netflix)
JAKARTA, (ERAKINI) - Nama Diandra Paramita Sastrowardoyo atau yang lebih dikenal dengan Dian Sastrowardoyo, sudah lama melekat sebagai ikon perfilman Indonesia. Sejak debutnya di dunia hiburan pada era 1990-an, eksistensinya nyaris tak pernah surut hingga saat ini.
Lahir di Jakarta pada 16 Maret 1982, Dian pertama kali dikenal publik saat menjadi juara pertama ajang pemilihan Gadis Sampul pada tahun 1996. Kemenangan tersebut membuka jalan bagi kariernya di dunia seni peran.
Puncak popularitas Dian terjadi saat ia memerankan tokoh Cinta dalam film Ada Apa dengan Cinta? (2002). Lewat perannya di film garapan Rudi Soedjarwo itu, Dian tidak hanya mencuri perhatian publik, tetapi juga dinobatkan sebagai salah satu aktris papan atas Indonesia. Bersama lawan mainnya, Nicholas Saputra, keduanya disebut sebagai “ikon kebangkitan film nasional”.
Sebelum membintangi Ada Apa dengan Cinta?, Dian sempat tampil dalam film Bintang Jatuh (2000), film indie besutan Rudi Soedjarwo yang beredar di kalangan kampus. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya dalam Pasir Berbisik (2001), beradu akting dengan Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan Didi Petet. Penampilannya di film ini membawanya meraih penghargaan Aktris Terbaik di Festival Film Internasional Singapura dan Festival Film Asia Deauville pada tahun 2002.
Dian juga dikenal aktif di balik layar. Pada 2008, ia memproduseri sekaligus memerankan film pendek Drupadi. Ia kembali disandingkan dengan Nicholas Saputra dalam film 3 Doa 3 Cinta (2010), dan berkesempatan hadir di Festival Film Cannes tahun 2012 sebagai perwakilan Asia Tenggara untuk L’Oréal, sponsor resmi penata rias ajang tersebut.
Tahun 2016, Dian kembali memerankan Cinta dalam Ada Apa dengan Cinta? 2. Setahun setelahnya, ia tampil sebagai Raden Ajeng Kartini dalam film Kartini. Kemudian, Dian juga mencuri perhatian usai film yang dibintanginya berjudul Gadis Kretek yang diproduksi oleh Netflix pada 2023 laris di pasaran. Dalam film itu, Dian memerankan Jeng Nyah atau Dasiyah seorang perempuan introvert namun penuh dengan visi.
Di luar dunia akting, Dian juga menekuni dunia bisnis. Pada Februari 2017, ia mendirikan usaha rintisan bernama Frame A Trip bersama empat rekannya. Usaha ini bergerak di bidang fotografi wisata dan memanfaatkan jejaring yang ia bangun sejak menjadi model dan bintang iklan.
Tidak hanya itu saja, Dian turut mendukung film orisinal Netflix The Night Comes for Us yang tayang secara global pada Oktober 2018. Pada 2020, ia berkolaborasi dengan Diskoria melalui lagu "Serenata Jiwa Lara".
Pendidikan
Meski dikenal sebagai figur publik, Dian juga menaruh perhatian besar pada pendidikan. Ia mengenyam pendidikan di TK Don Bosco 2, kemudian melanjutkan ke SD Strada Van Lith II, SMP St. Vincentius Otista, dan SMA Tarakanita 1, jurusan Bahasa.
Dian sempat berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia namun tidak menyelesaikannya. Ia lalu menempuh studi di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, dan lulus dengan gelar Sarjana Filsafat pada tahun 2007.
Judul skripsinya adalah Kompleks Industri Kecantikan: Sebuah Kritik Sosio-filosofis. Ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Fakultas Ekonomi UI dan meraih gelar Magister Manajemen pada 2014.
KehidupanPribadi
Dian menikah dengan Maulana Indraguna Sutowo pada 18 Mei 2010. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak, yaitu Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo (lahir 17 Juli 2011) dan Ishana Ariandra Nariratana Sutowo (lahir 7 Juni 2013).
Dian Sastrowardoyo bukan hanya seorang aktris berprestasi, ia juga cucu dari Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo, pahlawan nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953–1955).
Sunario dikenal sebagai tokoh penting dalam masa pergerakan kemerdekaan dan pernah menjadi pengurus Perhimpunan Indonesia di Belanda.