Khatib salat Iduladha 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Wan Jamaluddin, menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam khutbahnya di hadapan ratusan ribu jemaah, Jumat (6/6/2025). Foto: YouTube Setpres
Wan Jamaluddin menilai program MBG yang diinisiasi Prabowo Subianto selaras dengan nilai-nilai Islam, khususnya dalam membangun kepedulian sosial dan memperkuat masa depan generasi bangsa.
“Gagasan dan gerakan makan bergizi gratis untuk anak-anak Indonesia bukan hanya program pemerintah, tetapi bagian dari nilai Islam yang harus kita jalankan,” ujar Wan Jamaluddin dalam khutbahnya dipantau dari live kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (6/6/2025) pagi.
Dalam khutbahnya, Rektor UIN Raden Intan Lampung itu mengangkat tema tentang nilai pengorbanan dan keikhlasan yang menjadi inti dari perayaan Iduladha. Ia kembali mengisahkan perjuangan Nabi Ibrahim istrinya Siti Hajar, dan anak mereka Nabi Ismail, dalam menjalankan perintah Allah SWT di tengah keterbatasan.
“Pengorbanan yang luar biasa itu melahirkan sumur zamzam, yang manfaatnya terus dirasakan hingga kini oleh umat manusia,” katanya.
Wan Jamaluddin menegaskan bahwa ibadah kurban bukan semata menyembelih hewan, melainkan bentuk cinta kepada Allah dan empati terhadap sesama, terutama melalui pembagian daging kurban kepada yang membutuhkan.
“Islam tidak hanya mengajarkan hubungan vertikal kepada Allah, tetapi juga horizontal kepada sesama. Amal baik seperti berkurban akan melahirkan empati sosial yang saling menguatkan saat musibah datang,” ucapnya.
Menurut dia, semangat kurban menggambarkan kebersamaan antara yang mampu dan yang membutuhkan, yang merupakan pondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. “Bayangkan jika semangat kurban menjadi budaya bangsa. Kita berbagi tidak hanya lewat daging, tetapi dalam berbagai bentuk program sosial,” tegasnya.
Ia pun mengutip Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 272 tentang pentingnya infak di jalan Allah, dan mengingatkan umat agar menjauhkan harta dari jalan yang tidak diridhai.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan bahwa Iduladha adalah momen yang mengajarkan keikhlasan, keteguhan iman, dan pengorbanan demi kemaslahatan yang lebih besar.
“Teladan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi cermin bagi kita semua untuk memprioritaskan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi,” ujar Prabowo melalui akun Instagram resminya, @presidenrepublikindonesia.
Prabowo berharap Iduladha dapat terus dimaknai sebagai pemersatu bangsa, penguat solidaritas, dan pijakan dalam membangun Indonesia dengan semangat pengabdian.
“Semoga kita dapat terus memaknai hari yang suci ini sebagai perekat persaudaraan, penguat solidaritas, dan pijakan untuk membangun Indonesia dengan semangat pengabdian dan persatuan,” katanya. Presiden Prabowo menutup pesannya dengan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh rakyat Indonesia.